Pengidap Sexsomania Ini Berhubungan Seks Tanpa Sadar Saat Tidur Pulas

Do you want to share?

Do you like this story?

spasi iklan
ANDA pernah mengalami kondisi tidur sambil berjalan dan tanpa sadar terbangun di tempat yang jauh dari tempat Anda tidur? Bagaimana kalau berhubungan seks sambil tidur?

Jika para pengidap sleep-walking seringkali berjalan sambil tidur, berbeda dengan yang dialami Chelsea Harold. Perempuan asal Cornwall, Inggris itu didiagnosis mengidap sexsomania, kondisi yang membuatnya tanpa sadar berhubungan seks saat sedang tidur pulas. Kondisi ini berawal dari kebiasaan sleep-walking yang dialami Chelsea sejak kecil, namun berkembang menjadi sexsomania di tahun 2007.

Saat itu Tom, kekasih Chelsea, menceritakan betapa panasnya hubungan intim mereka semalam. Awalnya Chelsea mengira Tom hanya bergurau, tapi cerita yang sangat detail membuat Chelsea sadar ada yang tidak beres.

“Saya ingat, kami hanya berciuman, lalu saya tertidur karena kelelahan. Tom marah karena saya tidak ingat apa-apa tentang kejadian malam itu,” ujarnya kepada The Sun.

Chelsea dan Tom putus sebulan kemudian, namun saat itulah Chelsea menyadari ada yang salah dengan kondisinya. Dua kali menjalin hubungan dengan pria lain setelah putus dengan Tom, Chelsea kembali patah hati akibat kondisinya ini mengganggu hubungan mereka. Kedua mantan pacarnya itu merasa tidak sanggup menghadapi gangguan sexsomania yang diidap Chelsea

Sexsomania merupakan bagian dari kondisi parasomnia, dimana para pengidapnya dapat melakukan banyak hal saat tidur pulas, seperti berjalan, berbicara, sampai berhubungan seks seperti yang dialami Chelsea. Para pengidap sexsomania melakukan hubungan intim dengan mata terbuka walau sebenarnya mereka tertidur nyenyak. Para pakar medis telah mengumpulkan data kasus sexsomania selama bertahun-tahun, namun baru resmi disebut sebagai gangguan kesehatan dengan nama “sexsomania” pada 2003 lalu.

Seperti juga dialami Chelsea, para pengidap sexsomania biasanya ‘kambuh’ saat sedang stress, banyak pikiran atau sedang kelelahan. Untuk mengatasinya, diperlukan konseling ke psikiater atau pengobatan dengan metode hipnoterapi. Selain hipnoterapi, Chelsea juga bergabung dalam kelas yoga untuk menghilangkan stress.

Dr Carol Cooper, pakar kesehatan dari Inggris, menyebut solusi lain untuk meredakan stress yang dialami para pengidap sexsomania.

“Mereka harus memiliki pasangan yang pengertian akan kondisi mereka,” sarannya.

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)