Jaman sudah semakin edan, tidak lagi manusia berpikir dengan pijakan agama juga norma. Seorang wanita Swedia membuat sensasi dengan membuka sekolah seks internasional pertama di dunia. Sekolah tersebut menawarkan ilmu menjadi kekasih yang lebih baik. Kekasih yang baik dalam pengertian memberikan seks yang lebih baik pada pasangan.
Dengan biaya sekitar Rp 19,8 juta per semester atau £1,400, Sekolah Seks Internasional Austria di Wina itu menerima mahasiswa yang berminat mengetahui seluk-beluk menjadi kekasih yang memuaskan pasangannya. Media lokal melaporkan Ylva-Maria Thompson, nama wanita Swedia tersebut, menawarkan ilmu menggoda secara praktis kepada siapa yang berminat.
Menurutnya, siapa saja yang berusia lebih 16 tahun layak bergabung dalam kuliah seks praktis pertama di dunia itu. “Mahasiswa akan tinggal dalam sebuah ruang yang bercampur pria dan perempuan untuk memungkinkan segala ilmu yang dipelajari dicoba,” katanya. Menurut Ylva-Maria, pendidikan dasar yang diberikan bukan berbentuk teori. Sebaliknya, para pelajarnya praktek langsung.Wah apa jadinya ya sekolah macam begini? tentunya peradaban seks bebas akan semakin membudaya bagi para mahasiswa dan mahasiswinya, mungkin tujuan mereka malah bukan belajar “sex Education” malah menjadi alibi untuk bisa melakukan seks dengan bebas dengan dalih pembelajaran, atas nama ilmu untuk melampiaskan nafsu. Astaga!! Semoga kita terhindar dari hal seperti ini.
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11786026
Inilah Kondom Wanita Anti Pemerkosaan
Kondom wanita antiperkosaan adalah penemuan Sonette Ehlers, seorang wanita dari Afrika Selatan. Tujuannya adalah untuk mencegah perkosaan, di mana kondom tersebut menjepit penis penyerang, melukai dan membuatnya tidak berdaya.
Alat ini berbentuk kantong dari latex yang diberi duri-duri logam mikroskopis yang menuju ke dalam, dan dipakai oleh seorang wanita dalam vaginanya seperti tampon. Apabila ia diserang dan mencoba memperkosa si pengguna lewat vagina, penisnya akan memasuki kantong latex tersebut dan tertusuk duri-duri, menyebabkan rasa sakit dan (diharapkan) memberi waktu untuk si korban melarikan diri.
Kondom wanita antiperkosaan
Kondom ini akan tetap melekat pada tubuh si penyerang dan hanya dapat dicabut dengan operasi kecil, dan dengan demikian akan terpaksa memanggil rumah sakit dan polisi.
Kondom wanita antiperkosaan
Selain itu berfungsi seperti kondom wanita biasa, mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular. Kondom ini diperkenalkan di Afrika Selatan, di mana banyak kasus perkosaan terjadi.
waspada tuh..udah ada penangkalnya.......cepat beli.....hoho
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3338487
Alat ini berbentuk kantong dari latex yang diberi duri-duri logam mikroskopis yang menuju ke dalam, dan dipakai oleh seorang wanita dalam vaginanya seperti tampon. Apabila ia diserang dan mencoba memperkosa si pengguna lewat vagina, penisnya akan memasuki kantong latex tersebut dan tertusuk duri-duri, menyebabkan rasa sakit dan (diharapkan) memberi waktu untuk si korban melarikan diri.
Kondom wanita antiperkosaan
Kondom ini akan tetap melekat pada tubuh si penyerang dan hanya dapat dicabut dengan operasi kecil, dan dengan demikian akan terpaksa memanggil rumah sakit dan polisi.
Kondom wanita antiperkosaan
Selain itu berfungsi seperti kondom wanita biasa, mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular. Kondom ini diperkenalkan di Afrika Selatan, di mana banyak kasus perkosaan terjadi.
waspada tuh..udah ada penangkalnya.......cepat beli.....hoho
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3338487
Mitos Malam Pertama
Malam pertama bagi pasangan suami istri adalah malam yang mendebarkan. Apalagi jika pernikahan melalui perjodohan dan tidak melalui tahap berpacaran. Beberapa pasangan muda mengaku canggung dan malu di malam pertama mereka. Tetapi bagi pasangan lain, mengaku sulit bermesraan di malam pertama karena kelelahan setelah melalui proses pernikahan. Beberapa pasangan mengaku langsung tertidur tanpa bermesraan layaknya suami istri di malam pertama. Dibawah ini, adalah beberapa mitos malam pertama yang banyak beredar di masyarakat:
Mitos 1 : Selalu menyakitkan.
Anggapan ini salah. Berhubungan seks pertama kali tidak selalu menyakitkan. Kekhawatiran banyak wanita di malam pertama adalah kuatir vagina mereka tidak bisa menampung penis yang berukuran besar ketika ereksi. Rasa sakit ketika berhubungan biasanya terjadi karena secara seksual si wanita belum siap dan vagina masih terlalu kencang untuk menerima penetrasi. Solusi terbaik adalah dengan melakukan foreplay terlebih dahulu agar wanita menjadi rileks dan teransang sehingga vagina menjadi lebih bisa menerima penetrasi.
2. Mitos: Penentu Keberhasilan.
Malam Pertama dianggap sebagai penentu keberhasilan berhubungan seks di malam berikutnya. Seringkali kegagalan di malam pertama menyebabkan kekuatiran akan gagal di malam berikutnya. Ejakulasi dini atau rasa sakit pada wanita akan terbayang di malam-malam berikutnya. Pengalaman buruk di malam pertama memang mempengaruhi perasaan saat akan melakukan hubunga seks lagi tetapi malam pertama bukanlah penentu keberhasilan hubungan seks di malam selanjutnya.
3. Mitos: Ejakulasi Dini selalu terjadi saat Malam Pertama.
Ejakulasi dini adalah masalah seksual pria yang tidak selalu terjadi di malam pertama. Ejakulasi dini terjadi jika gairah seks terlalu tinggi dan sulit di kontrol. Beberapa orang beranggapan bahwa ejakulasi dini biasa terjadi di malam pertama tetapi malam pertama bukan penyebab terjadinya ejakulasi dini.
4. Mitos: Sehebat adegan film biru.
Banyak orang yang beranggapan bahwa berhubungan di malam pertama akan sehebat adegan di dalam film porno. Anggapan ini salah. Bahkan tidak dianjurkan menjadikan adegan film porno sebagai acuan keberhasilan hubungan seks, sebab di film tersebut tidak runut dan banyak terjadi pemotongan-pemotongan gambar.
5. Mitos: Penis besar, istri puas.
Banyak orang beranggapan bahwa ukuran mempengaruhi kepuasan istri. Dan tidak sedikit suami yang khawatir di malam pertamanya ketika melihat ukuran penisnya yang kecil. Fakta: Pada dasarnya bukan penis yang bisa memuaskan pasangan. Melainkan, kekerasan penis itu sendiri. Bila penis besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik, bukan tak mungkin justru ejakulasi dini terjadi.
6. Mitos: Selalu nikmat.
Banyak orang beranggapan bahwa seks itu nikmat sehingga saat malam pertama pasti akan dilewati dengan perasaan yang bahagia. Fakta menyebutkan, tidak sedikit pasangan yang merasa kecewa di malam pertama mereka. Keindahan seks yang mereka bayangkan dikarenakan ketidak pahaman terhadap seksualitas secara benar.
7. Mitos: Darah perawan.
Darah perawan, adalah hal yang ditunggu-tunggu banyak pria di malam pertama mereka. Bila istri tidak mengeluarkan darah dianggap tidak perawan lagi. Mitos ini sangat menyesatkan. Keperawanan tidak ada hubungannya darah yang keluar. Mitos ini membuat banyak wanita menjadi khawatir di malam pertamanya. mereka takut tidak mengeluarkan darah dan takut dianggap tidak perawan lagi.
8. Mitos: Bisa Menyobek selaput dara adalah tanda keberhasilan.
Belum tentu selaput dara bisa sobek dimalam pertama. Menurut Nugroho, justru menyobek selaput dara saat malam pertama merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.
9. Mitos: Harus minum obat kuat
Obat dan ramuan untuk meningkatkan seksualitas tidak direkomendasikan jika tidak diperlukan. Jika di malam pertama, suami sudah menggunakan obat-obatan ini maka bisa dipastikan kalau secara psikologis dia belum siap melakukan hubungan seks di malam pertama.
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3299179
Mitos 1 : Selalu menyakitkan.
Anggapan ini salah. Berhubungan seks pertama kali tidak selalu menyakitkan. Kekhawatiran banyak wanita di malam pertama adalah kuatir vagina mereka tidak bisa menampung penis yang berukuran besar ketika ereksi. Rasa sakit ketika berhubungan biasanya terjadi karena secara seksual si wanita belum siap dan vagina masih terlalu kencang untuk menerima penetrasi. Solusi terbaik adalah dengan melakukan foreplay terlebih dahulu agar wanita menjadi rileks dan teransang sehingga vagina menjadi lebih bisa menerima penetrasi.
2. Mitos: Penentu Keberhasilan.
Malam Pertama dianggap sebagai penentu keberhasilan berhubungan seks di malam berikutnya. Seringkali kegagalan di malam pertama menyebabkan kekuatiran akan gagal di malam berikutnya. Ejakulasi dini atau rasa sakit pada wanita akan terbayang di malam-malam berikutnya. Pengalaman buruk di malam pertama memang mempengaruhi perasaan saat akan melakukan hubunga seks lagi tetapi malam pertama bukanlah penentu keberhasilan hubungan seks di malam selanjutnya.
3. Mitos: Ejakulasi Dini selalu terjadi saat Malam Pertama.
Ejakulasi dini adalah masalah seksual pria yang tidak selalu terjadi di malam pertama. Ejakulasi dini terjadi jika gairah seks terlalu tinggi dan sulit di kontrol. Beberapa orang beranggapan bahwa ejakulasi dini biasa terjadi di malam pertama tetapi malam pertama bukan penyebab terjadinya ejakulasi dini.
4. Mitos: Sehebat adegan film biru.
Banyak orang yang beranggapan bahwa berhubungan di malam pertama akan sehebat adegan di dalam film porno. Anggapan ini salah. Bahkan tidak dianjurkan menjadikan adegan film porno sebagai acuan keberhasilan hubungan seks, sebab di film tersebut tidak runut dan banyak terjadi pemotongan-pemotongan gambar.
5. Mitos: Penis besar, istri puas.
Banyak orang beranggapan bahwa ukuran mempengaruhi kepuasan istri. Dan tidak sedikit suami yang khawatir di malam pertamanya ketika melihat ukuran penisnya yang kecil. Fakta: Pada dasarnya bukan penis yang bisa memuaskan pasangan. Melainkan, kekerasan penis itu sendiri. Bila penis besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik, bukan tak mungkin justru ejakulasi dini terjadi.
6. Mitos: Selalu nikmat.
Banyak orang beranggapan bahwa seks itu nikmat sehingga saat malam pertama pasti akan dilewati dengan perasaan yang bahagia. Fakta menyebutkan, tidak sedikit pasangan yang merasa kecewa di malam pertama mereka. Keindahan seks yang mereka bayangkan dikarenakan ketidak pahaman terhadap seksualitas secara benar.
7. Mitos: Darah perawan.
Darah perawan, adalah hal yang ditunggu-tunggu banyak pria di malam pertama mereka. Bila istri tidak mengeluarkan darah dianggap tidak perawan lagi. Mitos ini sangat menyesatkan. Keperawanan tidak ada hubungannya darah yang keluar. Mitos ini membuat banyak wanita menjadi khawatir di malam pertamanya. mereka takut tidak mengeluarkan darah dan takut dianggap tidak perawan lagi.
8. Mitos: Bisa Menyobek selaput dara adalah tanda keberhasilan.
Belum tentu selaput dara bisa sobek dimalam pertama. Menurut Nugroho, justru menyobek selaput dara saat malam pertama merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.
9. Mitos: Harus minum obat kuat
Obat dan ramuan untuk meningkatkan seksualitas tidak direkomendasikan jika tidak diperlukan. Jika di malam pertama, suami sudah menggunakan obat-obatan ini maka bisa dipastikan kalau secara psikologis dia belum siap melakukan hubungan seks di malam pertama.
sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3299179
Kendalikan Gairah Seks di Berbagai Situasi
Berbagai perubahan yang terjadi terhadap Anda dan pasangan memengaruhi seks. Yang perlu dilakukan adalah memegang kendali agar gairah seks tetap terjaga. Karena kondisi fisik dan mental akan sangat mudah memengaruhi libido. Anda hanya perlu lebih sensitif mengenali kondisi pasangan. Dengan sedikit pemicu, si dia akan terpancing bercinta.
Jane Greer, PhD, terapis seks dan pernikahan di New York, yang juga penulis What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship, mengungkapkan perubahan dalam hidup Anda akan memengaruhi gairah seks. Termasuk saat Anda menerima kabar akan dipromosikan. Bahkan, ketika Anda termasuk dalam salah satu daftar karyawan yang di-PHK karena krisis perusahaan.
"Energi fisik dan emosi saling terkait erat dengan proses adaptasi terhadap perubahan," kata Greer.
Lingkungan dan tempat tinggal baru
Saat kondisi membuat Anda dan suami harus berpindah ke tempat tinggal baru dan tak lebih baik dari sebelumnya, kehangatan bisa saja berubah. Anda bisa saja merasa sedih atau bahkan kecewa. Emosi negatif ini bisa memengaruhi kehidupan seks Anda bersama pasangan.
"Saat Anda dan pasangan masih bisa mempertahakan hubungan seks seperti biasa, meski tengah mengalami masa transisi, berbahagialah ini petanda baik," kata Barry McCarthy, PhD, pengarang Discovering Your Couple Sexual Style.
Tandanya Anda dan pasangan siap menghadapi apa pun dan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap berbagai tantangan. Masa sulit bisa menjadi cara untuk meningkatkan kembali keintiman bersama pasangan. Termasuk dalam hubungan seks.
Mendapat promosi
Kesuksesan yang Anda dapatkan di tempat bekerja membuat kepercayaan diri melonjak. Termasuk dorongan dari dalam diri untuk lebih agresif di atas kasur. Dampak buruknya, Anda memiliki beban kerja lebih tinggi, pulang malam saat suami sudah terlelap dan mengalami stres dari tekanan pekerjaan.
"Tekanan dalam bekerja bisa mempengaruhi hubungan seks," kata Greer.
Jangan terpengaruh dengan beban kerja. Kinerja sempurna dalam pekerjaan juga harus diimbangi dengan keintiman yang lebih bergairah di rumah. Jika tak cukup waktu di malam hari, cari waktu lain. Singkirkan tumpukan pekerjaan rumah, gantikan dengan aktivitas seks bersama suami. Buatlah jadwal khusus selama akhir pekan untuk aktivitas seks bersama pasangan yang bergairah.
Pasca melahirkan
Kehamilan dan melahirkan menjadi berita baik untuk Anda dan suami bukan? Hanya saja memang banyak tugas menanti dan waktu tersita untuk mengurus buah hati. Pascamelahirkan, Anda dan suami kelelahan. Aktivitas bangun malam untuk mengganti popok atau Anda menyusui bayi, membuat hubungan seks bukan lagi menjadi prioritas.
Secara medis, lampu hijau untuk seks dinyalakan setelah enam minggu pascamelahirkan. Meskipun waktu berhubungan seks akan tergantikan dengan waktu menyusui atau lainnya. Jangan mudah menyerah. Manfaatkan waktu di pagi hari usai mengurusi bayi.
"Kebanyakan perempuan usai melahirkan memiliki respons seksual lebih tinggi," jelas Marjorie Greenfield, MD, pengarang Working Woman's Pregnancy Book.
Mulailah dengan foreplay, seperti mandi bersama suami. Setelah merasa nyaman, hubungan seks kembali menggairahkan.
Bertambahnya usia pernikahan
Memasuki jenjang pernikahan menjadi momen membahagiakan dan tak sekadar menjadikan seks sebagai tujuan. Khusus pengantin baru, seks menjadi pengalaman menyenangkan yang bisa terus menerus dieksplorasi.
Perasaan aman dan tenang dalam hubungan pernikahan mendorong gairah seks lebih tinggi, kata Greer.
Lantas bagaimana jika gairah seks memudar seiring bertambahnya usia pernikahan? Kekhawatiran tak lagi bisa menikmati hubungan seks seindah pengantin baru boleh saja hadir dalam pernikahan. Namun kendalikan kekhawatiran ini. Seimbangkan peran dan tugas yang Anda harus lakukan sebagai istri atau suami, dengan keintiman hubungan. Artinya, Anda dan suami tetap perlu menjaga intimasi. Lakukan seks spontan di pagi hari. Meski sudah waktunya bersiap menjalani berbagai aktivitas harian.
Jika memiliki kekhawatiran tentang seks, bicarakan bersama pasangan. Bersikaplah terbuka dan bangun komunikasi bersama pasangan. Temukan solusinya dan bangkitkan kembali gairah.
Menempati rumah baru
Memiliki dan menempati rumah baru bagi pasangan menikah menjadi impian. Tinggal di rumah sendiri memungkinkan Anda dan suami mengeksplorasi berbagai gaya bercinta. Tetapi apa yang terjadi jika Anda pindah ke rumah baru? Kesibukan Anda setiap harinya adalah menghias rumah, membeli perabot rumah tangga dan berbagai kegiatan menyibukkan lainnya untuk mengisi rumah. Urusan rumah bisa menyebabkan pertengkaran, apalagi menyangkut belanja berbagai kebutuhan.
Padahal, kata Greer, pencapaian termasuk dengan memiliki rumah, menimbulkan emosi khas yang bisa membangkitkan gairah. Lakukan saja kegiatan mengisi rumah bersama pasangan, manfaatkan sensasi menyenangkan menempati rumah baru sebagai pemancing gairah seks. Seks tak lagi berada di daftar terakhir setelah membeli furnitur atau mencari kitchen set baru untuk dapur Anda.
PHK
Kehilangan pekerjaan bisa menyerang kepercayaan diri Anda. Jangan putus asa. Gantikan rutinitas bekerja dengan aktivitas lain untuk menambah kapasitas diri. Mengambil kursus bahasa misalnya. Manfaatkan juga waktu yang lebih panjang untuk membangun keintiman bersama pasangan. Buatlah rencana yang menyenangkan bersama pasangan. Anda tak banyak memiliki waktu seleluasa ini saat masih bekerja bukan?
"Manfaatkan masa krisis dengan menciptakan aktivitas menyenangkan bersama pasangan, temukan romantisme di sana," jelas Greer.
Diagnosa penyakit serius
Anda kehilangan nafsu seks saat mengetahui diagnosa dokter bahwa Anda menderita penyakit serius. Pengobatan dan perasaan lemah serta tak berdaya karena penyakit di tubuh Anda merusak libido. Kendalikan situasi ini. Meski merasa tak sanggup berhubungan seks dengan pose sensual ala kama sutra, lakukan saja aktivitas seksual sederhana. Foreplay atau oral seks bisa menjadi substitusinya.
"Lakukan eksperimen seksual dengan berbagai gaya yang menyenangkan bagi Anda dan pasangan. Menjaga kualitas hubungan bisa menyembuhkan," kaya Dr. Greenfield.
Tubuh ideal
Usaha diet dan olahraga teratur untuk mendapatkan tubuh ideal membuahkan hasil. Tak sekadar berat badan menurun, namun juga Anda lebih bergairah. Memiliki tubuh yang indah membangun kepercayaan diri Anda. Sehingga, berbagai pose yang tadinya sulit dilakukan, kini bukan jadi soal. Tubuh ideal Anda bisa mengeskplorasi berbagai gaya hubungan seks.
Dengan memiliki tubuh ideal, Anda juga bisa mengenakan berbagai model pakaian dalam yang seksi. Pasangan akan tambah bergairah dengan pakaian seksi sebelum bercinta.(Kompas)
Jane Greer, PhD, terapis seks dan pernikahan di New York, yang juga penulis What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship, mengungkapkan perubahan dalam hidup Anda akan memengaruhi gairah seks. Termasuk saat Anda menerima kabar akan dipromosikan. Bahkan, ketika Anda termasuk dalam salah satu daftar karyawan yang di-PHK karena krisis perusahaan.
"Energi fisik dan emosi saling terkait erat dengan proses adaptasi terhadap perubahan," kata Greer.
Lingkungan dan tempat tinggal baru
Saat kondisi membuat Anda dan suami harus berpindah ke tempat tinggal baru dan tak lebih baik dari sebelumnya, kehangatan bisa saja berubah. Anda bisa saja merasa sedih atau bahkan kecewa. Emosi negatif ini bisa memengaruhi kehidupan seks Anda bersama pasangan.
"Saat Anda dan pasangan masih bisa mempertahakan hubungan seks seperti biasa, meski tengah mengalami masa transisi, berbahagialah ini petanda baik," kata Barry McCarthy, PhD, pengarang Discovering Your Couple Sexual Style.
Tandanya Anda dan pasangan siap menghadapi apa pun dan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap berbagai tantangan. Masa sulit bisa menjadi cara untuk meningkatkan kembali keintiman bersama pasangan. Termasuk dalam hubungan seks.
Mendapat promosi
Kesuksesan yang Anda dapatkan di tempat bekerja membuat kepercayaan diri melonjak. Termasuk dorongan dari dalam diri untuk lebih agresif di atas kasur. Dampak buruknya, Anda memiliki beban kerja lebih tinggi, pulang malam saat suami sudah terlelap dan mengalami stres dari tekanan pekerjaan.
"Tekanan dalam bekerja bisa mempengaruhi hubungan seks," kata Greer.
Jangan terpengaruh dengan beban kerja. Kinerja sempurna dalam pekerjaan juga harus diimbangi dengan keintiman yang lebih bergairah di rumah. Jika tak cukup waktu di malam hari, cari waktu lain. Singkirkan tumpukan pekerjaan rumah, gantikan dengan aktivitas seks bersama suami. Buatlah jadwal khusus selama akhir pekan untuk aktivitas seks bersama pasangan yang bergairah.
Pasca melahirkan
Kehamilan dan melahirkan menjadi berita baik untuk Anda dan suami bukan? Hanya saja memang banyak tugas menanti dan waktu tersita untuk mengurus buah hati. Pascamelahirkan, Anda dan suami kelelahan. Aktivitas bangun malam untuk mengganti popok atau Anda menyusui bayi, membuat hubungan seks bukan lagi menjadi prioritas.
Secara medis, lampu hijau untuk seks dinyalakan setelah enam minggu pascamelahirkan. Meskipun waktu berhubungan seks akan tergantikan dengan waktu menyusui atau lainnya. Jangan mudah menyerah. Manfaatkan waktu di pagi hari usai mengurusi bayi.
"Kebanyakan perempuan usai melahirkan memiliki respons seksual lebih tinggi," jelas Marjorie Greenfield, MD, pengarang Working Woman's Pregnancy Book.
Mulailah dengan foreplay, seperti mandi bersama suami. Setelah merasa nyaman, hubungan seks kembali menggairahkan.
Bertambahnya usia pernikahan
Memasuki jenjang pernikahan menjadi momen membahagiakan dan tak sekadar menjadikan seks sebagai tujuan. Khusus pengantin baru, seks menjadi pengalaman menyenangkan yang bisa terus menerus dieksplorasi.
Perasaan aman dan tenang dalam hubungan pernikahan mendorong gairah seks lebih tinggi, kata Greer.
Lantas bagaimana jika gairah seks memudar seiring bertambahnya usia pernikahan? Kekhawatiran tak lagi bisa menikmati hubungan seks seindah pengantin baru boleh saja hadir dalam pernikahan. Namun kendalikan kekhawatiran ini. Seimbangkan peran dan tugas yang Anda harus lakukan sebagai istri atau suami, dengan keintiman hubungan. Artinya, Anda dan suami tetap perlu menjaga intimasi. Lakukan seks spontan di pagi hari. Meski sudah waktunya bersiap menjalani berbagai aktivitas harian.
Jika memiliki kekhawatiran tentang seks, bicarakan bersama pasangan. Bersikaplah terbuka dan bangun komunikasi bersama pasangan. Temukan solusinya dan bangkitkan kembali gairah.
Menempati rumah baru
Memiliki dan menempati rumah baru bagi pasangan menikah menjadi impian. Tinggal di rumah sendiri memungkinkan Anda dan suami mengeksplorasi berbagai gaya bercinta. Tetapi apa yang terjadi jika Anda pindah ke rumah baru? Kesibukan Anda setiap harinya adalah menghias rumah, membeli perabot rumah tangga dan berbagai kegiatan menyibukkan lainnya untuk mengisi rumah. Urusan rumah bisa menyebabkan pertengkaran, apalagi menyangkut belanja berbagai kebutuhan.
Padahal, kata Greer, pencapaian termasuk dengan memiliki rumah, menimbulkan emosi khas yang bisa membangkitkan gairah. Lakukan saja kegiatan mengisi rumah bersama pasangan, manfaatkan sensasi menyenangkan menempati rumah baru sebagai pemancing gairah seks. Seks tak lagi berada di daftar terakhir setelah membeli furnitur atau mencari kitchen set baru untuk dapur Anda.
PHK
Kehilangan pekerjaan bisa menyerang kepercayaan diri Anda. Jangan putus asa. Gantikan rutinitas bekerja dengan aktivitas lain untuk menambah kapasitas diri. Mengambil kursus bahasa misalnya. Manfaatkan juga waktu yang lebih panjang untuk membangun keintiman bersama pasangan. Buatlah rencana yang menyenangkan bersama pasangan. Anda tak banyak memiliki waktu seleluasa ini saat masih bekerja bukan?
"Manfaatkan masa krisis dengan menciptakan aktivitas menyenangkan bersama pasangan, temukan romantisme di sana," jelas Greer.
Diagnosa penyakit serius
Anda kehilangan nafsu seks saat mengetahui diagnosa dokter bahwa Anda menderita penyakit serius. Pengobatan dan perasaan lemah serta tak berdaya karena penyakit di tubuh Anda merusak libido. Kendalikan situasi ini. Meski merasa tak sanggup berhubungan seks dengan pose sensual ala kama sutra, lakukan saja aktivitas seksual sederhana. Foreplay atau oral seks bisa menjadi substitusinya.
"Lakukan eksperimen seksual dengan berbagai gaya yang menyenangkan bagi Anda dan pasangan. Menjaga kualitas hubungan bisa menyembuhkan," kaya Dr. Greenfield.
Tubuh ideal
Usaha diet dan olahraga teratur untuk mendapatkan tubuh ideal membuahkan hasil. Tak sekadar berat badan menurun, namun juga Anda lebih bergairah. Memiliki tubuh yang indah membangun kepercayaan diri Anda. Sehingga, berbagai pose yang tadinya sulit dilakukan, kini bukan jadi soal. Tubuh ideal Anda bisa mengeskplorasi berbagai gaya hubungan seks.
Dengan memiliki tubuh ideal, Anda juga bisa mengenakan berbagai model pakaian dalam yang seksi. Pasangan akan tambah bergairah dengan pakaian seksi sebelum bercinta.(Kompas)
Video : Posisi G Spot
Dimanakah letak G Spot sebenarnya ? Pusat rangsang hasrat wanita yang bisa membuat wanita orgasme dan dapat mencapai kenikmatan penuh. Jika anda merasa bingung semoga dengan video ini dapat membantu. Silakan disimak.
Gara-gara Tato di Penis, Pria Ini Alami Ereksi Permanen
Gara-gara tato yang disemat di penis, seorang pria usia 21 tahun warga Iran mesti menderita karena penisnya ereksi terus menerus
Tato yang dibuat si pria itu adalah sebuah frase terkenal di Persia yang berbunyi "borow be salaamat" yang artinya "Selamat menikmati perjalanan Anda, semoga keberuntungan menyertai Anda." Dia juga memasang huruf M yang merupakan huruf depan nama pacarnya di alat vitalnya itu.
Dokter menyebut kondisi pria ini sebagai priapismus. Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam atau lebih ini terjadi bukan karena rangsangan seksual dan dialami pada umumnya oleh anak usia 5 sampai 10 tahun dan pria usia 20 sampai 50 tahun.
Kasus yang dilaporkan di Jurnal Kedokteran Seksual pada 3 Januari ini menyebutkan bahwa ini adalah kejadian yang terjadi untuk pertama kalinya dengan sebab utama tato.
Jadi, ceritanya waktu itu demikian. Seorang seniman tato membuat desain dengan jarum. Setelah ditato, pria ini mengalami perdarahan di jaringan bagian dalam penisnya dan mengalami nyeri selama delapan hari. Penisnya mengalami semi ereksi 24 jam.
Saat konsultasi ke dokter, ereksi ini sudah berlangsung tiga bulan. Lalu dokter melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya karena bisa jadi akibat infeksi saluran urin, leukemia atau sipilis. Lalu, akhirnya ditemukan bahwa penyebabnya akibat tato dan menyebutkan bahwa kejadian ini karena tusukan jarum yang terlalu dalam.
Para dokter itu menyatakan bahwa darah masih mengalir ke dalam dan keluar penis. Karena itu, si pria didiagnosa mengalami keadaan yang disebut noniskemik priapismus atau keadaan lebih kencangnya aliran darah ke dalam penis dibanding keluar penis sehingga menyebabkan penis ereksi secara permanen.
Iskemik priapismus merupakan kondisi yang cukup serius karena darah tidak lagi mengalir. Ini bisa menyebabkan rusaknya penis.
Karena itu, para dokter menyarankan agar si pria menjalani operasi pengurasan darah. Sayang, ini belum berhasil. Namun, rupanya si pria tidak tertarik untuk menjalankan operasi tambahan karena saat berhubungan badan dia tidak mengalami sakit. Dia juga tidak menyesal melakukan tato. Meski begitu, para dokter tidak merekomendasikan pada siapa pun untuk menato penis. (sehatnews)
Tato yang dibuat si pria itu adalah sebuah frase terkenal di Persia yang berbunyi "borow be salaamat" yang artinya "Selamat menikmati perjalanan Anda, semoga keberuntungan menyertai Anda." Dia juga memasang huruf M yang merupakan huruf depan nama pacarnya di alat vitalnya itu.
Dokter menyebut kondisi pria ini sebagai priapismus. Ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam atau lebih ini terjadi bukan karena rangsangan seksual dan dialami pada umumnya oleh anak usia 5 sampai 10 tahun dan pria usia 20 sampai 50 tahun.
Kasus yang dilaporkan di Jurnal Kedokteran Seksual pada 3 Januari ini menyebutkan bahwa ini adalah kejadian yang terjadi untuk pertama kalinya dengan sebab utama tato.
Jadi, ceritanya waktu itu demikian. Seorang seniman tato membuat desain dengan jarum. Setelah ditato, pria ini mengalami perdarahan di jaringan bagian dalam penisnya dan mengalami nyeri selama delapan hari. Penisnya mengalami semi ereksi 24 jam.
Saat konsultasi ke dokter, ereksi ini sudah berlangsung tiga bulan. Lalu dokter melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya karena bisa jadi akibat infeksi saluran urin, leukemia atau sipilis. Lalu, akhirnya ditemukan bahwa penyebabnya akibat tato dan menyebutkan bahwa kejadian ini karena tusukan jarum yang terlalu dalam.
Para dokter itu menyatakan bahwa darah masih mengalir ke dalam dan keluar penis. Karena itu, si pria didiagnosa mengalami keadaan yang disebut noniskemik priapismus atau keadaan lebih kencangnya aliran darah ke dalam penis dibanding keluar penis sehingga menyebabkan penis ereksi secara permanen.
Iskemik priapismus merupakan kondisi yang cukup serius karena darah tidak lagi mengalir. Ini bisa menyebabkan rusaknya penis.
Karena itu, para dokter menyarankan agar si pria menjalani operasi pengurasan darah. Sayang, ini belum berhasil. Namun, rupanya si pria tidak tertarik untuk menjalankan operasi tambahan karena saat berhubungan badan dia tidak mengalami sakit. Dia juga tidak menyesal melakukan tato. Meski begitu, para dokter tidak merekomendasikan pada siapa pun untuk menato penis. (sehatnews)
Perempuan dengan 2 Vagina
Selama masa pubertas, seorang perempuan mengalami kram perut yang mengerikan dan masa menstruasi yang sangat berat. Saat berusia 18 tahun ia baru tahu bahwa dirinya memiliki dua vagina. Tak hanya itu, dokter juga mendiagnosisnya memiliki dua rahim dan dua serviks
Hazel Jones (27 tahun) mengalami uterus didelphys atau rahim ganda, yang merupakan kondisi yang sangat langka. Kondisi ini membuat tubuh Hazel menjadi sangat menakjubkan karena ia memiliki dua rahim (uterus yang terpisah), dua leher rahim (serviks) dan dua vagina,
"Saya merasa nyaman dengan kondisi tersebut, meskipun faktanya saya harus kehilangan keperawanan efektif dua kali," jelas Hazel Jones yang berasal dari High Wycombe, UK, pada acara ITV's This Morning seperti dilansir Dailymail, Kamis (12/1/2012).
Setelah mengetahui kondisinya yang langka, Hazel tidak segan-segan menceritakannya kepada orang lain yang ia temui. Menurutnya, ini adalah kondisi yang luar biasa dan ceritanya bisa mencairkan suasana yang tegang.
"Jika ada perempuan lain yang ingin melihat, saya cukup senang untuk menunjukkannya kepada mereka. Ini bukan sesuatu yang membuat saya malu," jelasnya.
Hazel baru mengetahui kondisinya setelah pasangannya mengatakan bahwa ia memiliki area genital yang berbeda. Dokter pun akhirnya menemukan bahwa tubuh Hazel memiliki dua rahim (uteruses), dua serviks (leher rahim) dan dinding pemisah antara dua vagina.
"Ketika dalam perkembangan, rahim seorang perempuan berasal dari 2 tabung. Kedua tabung itu kemudian bergabung, septum (pembatas 2 tabung) rusak dan membentuk satu rahim (uterus)," jelas Dr Dawn Harper, dokter yang menangani Hazel.
Dr Dawn Harper menambahkan sekitar 1 dari 3.000 kasus, septum tetap berada di dalam rahim. Tetapi untuk benar-benar memiliki dua rahim yang terpisah adalah kasus yang jauh lebih jarang lagi.
Hazel mengatakan sebelumnya ia mengalami hubungan seks yang tidak nyaman dengan kondisinya yang luar biasa, tetapi setelah mengetahui kondisinya ia tidak lagi mengalami masalah yang berarti. Ia pun menolak untuk melakukan operasi karena hal itu bisa meninggalkan jaringan parut yang signifikan.
"Ketika saya masih remaja, saya pikir saya mengalami sistitis (infeksi kandung kemih) dan infeksi urine. Saya menderita kram yang mengerikan dan periode menstruasi saya terasa sangat berat. Sekarang saya tahu, periode menstruasi saya lebih berat karena saya punya dua rahim. Jadi jika saya hamil, saya harus sadar untuk tidak hamil di sisi rahim yang lain," papar Hazel.
Dr Harper menambahkan bahwa Hazel lebih mungkin mengalami breached birth (bayi sungsang) karena rahimnya yang lebih kecil dan dia lebih cenderung membutuhkan operasi caesar. Dia juga harus memiliki tes Pap smear ganda ketika memeriksa kanker serviks.
Tetapi hal tersebut tidak masalah bagi Hazel, karena hingga saat ini ia mengakui memiliki kehidupan seksual yang hebat
Hazel Jones (27 tahun) mengalami uterus didelphys atau rahim ganda, yang merupakan kondisi yang sangat langka. Kondisi ini membuat tubuh Hazel menjadi sangat menakjubkan karena ia memiliki dua rahim (uterus yang terpisah), dua leher rahim (serviks) dan dua vagina,
"Saya merasa nyaman dengan kondisi tersebut, meskipun faktanya saya harus kehilangan keperawanan efektif dua kali," jelas Hazel Jones yang berasal dari High Wycombe, UK, pada acara ITV's This Morning seperti dilansir Dailymail, Kamis (12/1/2012).
Setelah mengetahui kondisinya yang langka, Hazel tidak segan-segan menceritakannya kepada orang lain yang ia temui. Menurutnya, ini adalah kondisi yang luar biasa dan ceritanya bisa mencairkan suasana yang tegang.
"Jika ada perempuan lain yang ingin melihat, saya cukup senang untuk menunjukkannya kepada mereka. Ini bukan sesuatu yang membuat saya malu," jelasnya.
Hazel baru mengetahui kondisinya setelah pasangannya mengatakan bahwa ia memiliki area genital yang berbeda. Dokter pun akhirnya menemukan bahwa tubuh Hazel memiliki dua rahim (uteruses), dua serviks (leher rahim) dan dinding pemisah antara dua vagina.
"Ketika dalam perkembangan, rahim seorang perempuan berasal dari 2 tabung. Kedua tabung itu kemudian bergabung, septum (pembatas 2 tabung) rusak dan membentuk satu rahim (uterus)," jelas Dr Dawn Harper, dokter yang menangani Hazel.
Dr Dawn Harper menambahkan sekitar 1 dari 3.000 kasus, septum tetap berada di dalam rahim. Tetapi untuk benar-benar memiliki dua rahim yang terpisah adalah kasus yang jauh lebih jarang lagi.
Hazel mengatakan sebelumnya ia mengalami hubungan seks yang tidak nyaman dengan kondisinya yang luar biasa, tetapi setelah mengetahui kondisinya ia tidak lagi mengalami masalah yang berarti. Ia pun menolak untuk melakukan operasi karena hal itu bisa meninggalkan jaringan parut yang signifikan.
"Ketika saya masih remaja, saya pikir saya mengalami sistitis (infeksi kandung kemih) dan infeksi urine. Saya menderita kram yang mengerikan dan periode menstruasi saya terasa sangat berat. Sekarang saya tahu, periode menstruasi saya lebih berat karena saya punya dua rahim. Jadi jika saya hamil, saya harus sadar untuk tidak hamil di sisi rahim yang lain," papar Hazel.
Dr Harper menambahkan bahwa Hazel lebih mungkin mengalami breached birth (bayi sungsang) karena rahimnya yang lebih kecil dan dia lebih cenderung membutuhkan operasi caesar. Dia juga harus memiliki tes Pap smear ganda ketika memeriksa kanker serviks.
Tetapi hal tersebut tidak masalah bagi Hazel, karena hingga saat ini ia mengakui memiliki kehidupan seksual yang hebat
Orgasme di sepeda
Bagi wanita yang senang besepeda sangat mudah orgasme bila menaikinya, hal ini bisa terjadi bila keadaan sedang mood, apalagi sambil berfantasi. seperti dalam video berikut ini.
Malam Pertama
Betapa indahnya malam pertama, namun semua ada tata caranya agar berasa terkesan dan tak terlupakan.
Bedah Selaput Dara? Tak Perlulah
Mitos keluarnya darah pada malam pertama sepertinya masih menjadi ritual sakral yang bisa menentukan tinggi rendahnya martabat seorang perempuan. Tak heran bila bedah selaput dara (hymenoplasti) diminati.
Hymenoplasti, menurut Prof Dr Alex Pangkahila, SpAnd, adalah operasi yang dilakukan oleh dokter untuk merestorasi selaput dara (hymen) agar kembali utuh. Fenomena maraknya hymenoplasti yang dilakukan para perempuan, imbuh Alex, menegaskan masih kuatnya mitos pentingnya keperawanan sebelum menikah.
"Masih banyak perempuan yang takut dianggap tidak suci karena sudah tidak perawan. Padahal robeknya selaput dara tidak selalu karena hubungan seks, bisa saja karena perkosaan atau trauma akibat jatuh atau kecelakaan," tutur seksolog dari Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini.
Faktanya secara medis, robeknya selaput dara tidak selalu ditandai dengan keluarnya darah. "Hymen itu sifatnya sangat elastis dan tidak tertutup semua," kata Alex.
Senada dengan Alex, dr Dwiana Ocviyanti, SpOG menjelaskan betapa fleksibelnya selaput dara. "Selaput dara itu bukan seperti beduk yang akan pecah bila ditusuk. Bentuknya bisa halus seperti renda atau seperti cincin dan baru benar-benar robek bila seseorang sudah melahirkan bayi secara normal," ujar dokter Ovi.
Itu sebabnya, Alex tidak menganjurkan dilakukannya bedah selaput dara. "Menurut saya itu adalah penipuan. Buat apa hymen dibuat utuh, padahal sebenarnya ia sudah melakukan hubungan," tuturnya. Lagi pula, imbuhnya, hymenoplasti sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepuasan seksual.
Selain perempuan yang belum menikah, hymenoplasti ternyata juga diminati oleh ibu-ibu yang berniat menyenangkan suaminya. "Utuh tidaknya selaput dara tak menentukan kualitas seks. Justru bila dioperasi selaput dara jadi sempit dan kaku," tutur Alex.
Untuk meningkatkan elastisitas hymen, Alex menyarankan pentingnya melatih otot dasar panggul. "Kalau kualitas otot dasar panggulnya bagus, jepitannya juga bagus. Jadi buat apa buang-buang uang dengan melakukan operasi," ujar Alex.(Kompas
Hymenoplasti, menurut Prof Dr Alex Pangkahila, SpAnd, adalah operasi yang dilakukan oleh dokter untuk merestorasi selaput dara (hymen) agar kembali utuh. Fenomena maraknya hymenoplasti yang dilakukan para perempuan, imbuh Alex, menegaskan masih kuatnya mitos pentingnya keperawanan sebelum menikah.
"Masih banyak perempuan yang takut dianggap tidak suci karena sudah tidak perawan. Padahal robeknya selaput dara tidak selalu karena hubungan seks, bisa saja karena perkosaan atau trauma akibat jatuh atau kecelakaan," tutur seksolog dari Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini.
Faktanya secara medis, robeknya selaput dara tidak selalu ditandai dengan keluarnya darah. "Hymen itu sifatnya sangat elastis dan tidak tertutup semua," kata Alex.
Senada dengan Alex, dr Dwiana Ocviyanti, SpOG menjelaskan betapa fleksibelnya selaput dara. "Selaput dara itu bukan seperti beduk yang akan pecah bila ditusuk. Bentuknya bisa halus seperti renda atau seperti cincin dan baru benar-benar robek bila seseorang sudah melahirkan bayi secara normal," ujar dokter Ovi.
Itu sebabnya, Alex tidak menganjurkan dilakukannya bedah selaput dara. "Menurut saya itu adalah penipuan. Buat apa hymen dibuat utuh, padahal sebenarnya ia sudah melakukan hubungan," tuturnya. Lagi pula, imbuhnya, hymenoplasti sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepuasan seksual.
Selain perempuan yang belum menikah, hymenoplasti ternyata juga diminati oleh ibu-ibu yang berniat menyenangkan suaminya. "Utuh tidaknya selaput dara tak menentukan kualitas seks. Justru bila dioperasi selaput dara jadi sempit dan kaku," tutur Alex.
Untuk meningkatkan elastisitas hymen, Alex menyarankan pentingnya melatih otot dasar panggul. "Kalau kualitas otot dasar panggulnya bagus, jepitannya juga bagus. Jadi buat apa buang-buang uang dengan melakukan operasi," ujar Alex.(Kompas
Oo..Ternyata Selaput Dara Bervariasi
Jenis selaput dara berdasarkan bentuknya. Dari kiri ke kanan : Annular, Septate, Cibriform, Introitus.
SETIAP manusia memang dilahirkan berbeda. Perbedaan itu tampak nyata dan mudah ditemukan dari banyak hal, mulai dari jenis kelamin, wajah, hingga hal-hal yang tersembunyi sekalipun.
Berbicara mengenai perbedaan dari hal tersembunyi, organ reproduksi adalah salah satu di antaranya. Pria dan wanita jelas berbeda baik dari bentuk dan fungsi organ reproduksinya. Pada wanita, perbedaan itu pun masih dapat dilihat hingga ke salah satu bagian luar dari organ genital yakni selaput dara.
Rasanya, masih sangat kental dalam budaya masyarakat kita bahwa selaput dara adalah salah satu penanda keperawanan atau virginitas seorang wanita. Yang patut disayangkan, kesalahan serta kurangnya informasi akurat mengenai bagian organ genital wanita ini masih sering terjadi dan kerap kali merugikan posisi para Kaum Hawa.
Salah satu informasi yang sering keliru atau bahkan tak banyak orang tahu adalah bentuk selaput dara wanita yang tidak seragam atau sama bentuknya. Dengan mengetahui fakta bahwa bentuk selaput dara bervariasi diharapkan dapat mengubah persepsi serta meluruskan anggapan yang salah tentang organ kewanitaan ini.
Seperti dituturkan pakar Obstetrik Ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Suryono Slamet Iman Santoso, SpOG, selaput dara wanita memang berlainan dan memiliki lubang atau pori yang bentuknya bervariasi. Derajat kelembutan dan fleksibilitas selaput yang juga disebut "hymen" ini pun berbeda-beda.
"Selaput dara ini mempunyai banyak bentuk, mulai dari bentuk annular, ada yang bersepta-septa dan ada juga yang cibriformis atau berlubang-lubang. Karena bentuknya selaput, pendarahan pada bagian ini biasanya sedikit. Nah, inilah yang biasa suka mengeluarkan darah saat melakukan seks pertama. Tapi belum tentu semua wanita akan begitu," ungkap dr Suryono dalam talkshow "Seksualitas di Indonesia : Tabu atau Perlu?" di Jakarta, Kamis (10/7) lalu .
Dokter yang juga menjabat Ketua Perkumpulan Obstetrik Ginekologi Indonesia (POGI) ini menjelaskan, bila seorang wanita memiliki bentuk selaput annular yang wujudnya sangat tipis, maka kemungkinan besar ia tidak akan mengalami pendarahan sama sekali pada saat hubungan seks pertamakali. Dengan fakta ini pula, sebagian dari mitos tentang darah keperawanan sebenarnya dapat diluruskan.
Selain jenis yang tipis dan berlubang, ada pula wanita yang bagian selaputnya tidak memiliki lubang sama sekali atau juga disebut "impervorate hymen". Jenis ini adalah suatu kelainan genetika dan seorang wanita biasanya akan kesulitan saat memasuki masa menstruasi.
"Ini adalah kelainan kongenital atau bawaan sejak lahir. Akibatnya seorang wanita tidak menstruasi dalam jangka waktu lama, padahal ia sebenarnya haid tapi darahnya tertahan di dalam vagina dan bisa menimbulkan tumor. Angka kejadiannya di Indonesia cukup banyak ," ungkap dr Suryono.
Setelah seorang perempuan mengalami menstruasi yang pertama kali, lubang pada selaput dara dapat bertambah lebar. Namun yang pasti, setelah robek atau terkoyak selaput dara tidak dapat dikembalikan menjadi utuh seperti semula.
Dr Suryono menekankan meskipun ada dokter ahli yang mengklaim dapat memulihan atau memperbaiki selaput dara, hal itu sebenarnya dilakukan demi memulihkan truma mental dan psikologis pasien saja.
"Karena sangat tipis dan tidak ada pembuluh darahnya, selaput dara tidak bisa direpair. Jadi tak bisa dikembalikan lagi menjadi perawan," ujarnya.
Kalaupun dilakukan tindakan operasi, kata Dr Suryono, tentu selaput daranya tidak diperbaiki. Dokter biasanya hanya melakukan tindakan seperlunya hanya untuk meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan diri pasien.
"Sebetulnya bila semua orang sudah memiliki pemahaman tentang selaput dara, operasi memang sama sekali tidak diperlukan," tandasnya.
Tipe Hymen berdasarkan bentuk :
Annular hymen; selaput melingkari lubang vagina.
Septate hymen; selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
Cibriform hymen; selaput ini juga ditandai beberapa lubang yang terbuka, tapi lebih kecil clan jumlahnya lebih banyak.
Introitus : Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar. Namun masih menyisakan jaringan selaput dara.(kompas)
SETIAP manusia memang dilahirkan berbeda. Perbedaan itu tampak nyata dan mudah ditemukan dari banyak hal, mulai dari jenis kelamin, wajah, hingga hal-hal yang tersembunyi sekalipun.
Berbicara mengenai perbedaan dari hal tersembunyi, organ reproduksi adalah salah satu di antaranya. Pria dan wanita jelas berbeda baik dari bentuk dan fungsi organ reproduksinya. Pada wanita, perbedaan itu pun masih dapat dilihat hingga ke salah satu bagian luar dari organ genital yakni selaput dara.
Rasanya, masih sangat kental dalam budaya masyarakat kita bahwa selaput dara adalah salah satu penanda keperawanan atau virginitas seorang wanita. Yang patut disayangkan, kesalahan serta kurangnya informasi akurat mengenai bagian organ genital wanita ini masih sering terjadi dan kerap kali merugikan posisi para Kaum Hawa.
Salah satu informasi yang sering keliru atau bahkan tak banyak orang tahu adalah bentuk selaput dara wanita yang tidak seragam atau sama bentuknya. Dengan mengetahui fakta bahwa bentuk selaput dara bervariasi diharapkan dapat mengubah persepsi serta meluruskan anggapan yang salah tentang organ kewanitaan ini.
Seperti dituturkan pakar Obstetrik Ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Suryono Slamet Iman Santoso, SpOG, selaput dara wanita memang berlainan dan memiliki lubang atau pori yang bentuknya bervariasi. Derajat kelembutan dan fleksibilitas selaput yang juga disebut "hymen" ini pun berbeda-beda.
"Selaput dara ini mempunyai banyak bentuk, mulai dari bentuk annular, ada yang bersepta-septa dan ada juga yang cibriformis atau berlubang-lubang. Karena bentuknya selaput, pendarahan pada bagian ini biasanya sedikit. Nah, inilah yang biasa suka mengeluarkan darah saat melakukan seks pertama. Tapi belum tentu semua wanita akan begitu," ungkap dr Suryono dalam talkshow "Seksualitas di Indonesia : Tabu atau Perlu?" di Jakarta, Kamis (10/7) lalu .
Dokter yang juga menjabat Ketua Perkumpulan Obstetrik Ginekologi Indonesia (POGI) ini menjelaskan, bila seorang wanita memiliki bentuk selaput annular yang wujudnya sangat tipis, maka kemungkinan besar ia tidak akan mengalami pendarahan sama sekali pada saat hubungan seks pertamakali. Dengan fakta ini pula, sebagian dari mitos tentang darah keperawanan sebenarnya dapat diluruskan.
Selain jenis yang tipis dan berlubang, ada pula wanita yang bagian selaputnya tidak memiliki lubang sama sekali atau juga disebut "impervorate hymen". Jenis ini adalah suatu kelainan genetika dan seorang wanita biasanya akan kesulitan saat memasuki masa menstruasi.
"Ini adalah kelainan kongenital atau bawaan sejak lahir. Akibatnya seorang wanita tidak menstruasi dalam jangka waktu lama, padahal ia sebenarnya haid tapi darahnya tertahan di dalam vagina dan bisa menimbulkan tumor. Angka kejadiannya di Indonesia cukup banyak ," ungkap dr Suryono.
Setelah seorang perempuan mengalami menstruasi yang pertama kali, lubang pada selaput dara dapat bertambah lebar. Namun yang pasti, setelah robek atau terkoyak selaput dara tidak dapat dikembalikan menjadi utuh seperti semula.
Dr Suryono menekankan meskipun ada dokter ahli yang mengklaim dapat memulihan atau memperbaiki selaput dara, hal itu sebenarnya dilakukan demi memulihkan truma mental dan psikologis pasien saja.
"Karena sangat tipis dan tidak ada pembuluh darahnya, selaput dara tidak bisa direpair. Jadi tak bisa dikembalikan lagi menjadi perawan," ujarnya.
Kalaupun dilakukan tindakan operasi, kata Dr Suryono, tentu selaput daranya tidak diperbaiki. Dokter biasanya hanya melakukan tindakan seperlunya hanya untuk meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan diri pasien.
"Sebetulnya bila semua orang sudah memiliki pemahaman tentang selaput dara, operasi memang sama sekali tidak diperlukan," tandasnya.
Tipe Hymen berdasarkan bentuk :
Annular hymen; selaput melingkari lubang vagina.
Septate hymen; selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
Cibriform hymen; selaput ini juga ditandai beberapa lubang yang terbuka, tapi lebih kecil clan jumlahnya lebih banyak.
Introitus : Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seksual, bisa saja lubang selaputnya membesar. Namun masih menyisakan jaringan selaput dara.(kompas)
Darah Perawan, Seberapa Penting?
DALAM berbagai agama seperti Islam, Kristen, Hindu dan Yahudi telah berkembang keyakinan bahwa hilangnya keperawanan sebelum pernikahan adalah hal yang sangat memalukan. Bahkan dalam ajaran Kristen, keyakinan akan keperawanan Bunda Maria (Ibu Jesus) adalah fondasi kuat dalam menempatkan keperawanan sebagai hal penting dalam kehidupan. Secara tradisional, dalam perayaan pernikahan di Barat, cadar serta gaun putih juga dijadikan sebagai sebuah simbol keperawanan seorang pengantin.
Istilah keperawanan memang telah digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tak pernah berhubungan seksual. Keberadan selaput dara yang utuh seringkali dijadikan bukti fisik dari keperawanan. Lebih jauh lagi, masayarakat di negara berkembang yang persepsi serta pengetahuan seksualnya rendah, keyakinan akan keperawanan ditandai dengan keluarnya darah pada saat malam pertama. Darah inilah yang dikenal dengan istilah "Darah Perawan".
Akan tetapi, seperti dipaparkan Profesor Wimpie Pangkahila Sp.And, pakar Andrologi dan Seksologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, darah perawan itu sebenarnya hanya mitos belaka "Wanita yang tidak terangsang untuk ngeseks atau sedang berada dalam tekanan psikogenik (kejiwaan dan genetika), bisa mengalami pendarahan ketika ia memaksakan hubungan seks," ungkapnya dalam sebuah makalah tentang kesehatan seksual.
"Namun begitu, wanita yang benar-benar terangsang hasratnya dan terbebas dari beban psikologis tidak akan mengalami pendarahan meski ia melakukann hubungan seks untuk pertamalinya. Oleh sebab itu, sangat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa istilah darah perawan hanyalah mitos belaka," jelasnya.
Sayangnya, lanjut Prof. Wimpie, mitos soal darah perawan seringkali menimbulkan masalah yang merugikan wanita. Tak jarang para suami yang berani menceraikan sang istri jika ia tidak melihat darah perawan pada saat malam pertama.
Di sebuah negara seperti Turki, ada dokter yang bersedia melakukan uji keperawanan atas permintaan pasien, meskipun hal ini ditentang oleh Asosiasi Kedoketaran di sana. Uji keperawanan sebenarnya tidak berarti sama sekali karena selaput dara yang robek atau rusak bukan berarti seorang wanita pernah melakukan hubungan seks.
Hal itu, menurut Wimpie, dapat disebabkan penggunaan tampon (sumbat kapas sebesar jari) atau kebiasaan masturbasi memakai alat yang dimasukkan pada vagina. Di lain pihak, ada pula para wanita yang organ intimnya tidak memiliki selaput dara dengan persentase kurang dari 0,03 persen (Jenry et al 1987).
Sebaliknya, keutuhan selaput dara pun tidak serta merta menunjukkan seorang wanita tak pernah melakukan hubungan seks. Faktanya, selaput dara tidak harus selalu robek setelah berhubungan intim. Hasil pengujian selaput dara pada 1.000 remaja putri yang pernah melakukan seks lewat vagina menunjukkan kebanyakan selaput tampak kacau, tidak menentu, dan mengumpul di bagian pinggir vagina. Jarang terjadi selaput dara terbelah secara komplet atau benar-benar sobek.
Lebih jauh, status selaput dara juga tidak berkaitan dengan perilaku seksual. Utuhnya selaput dara tidak berarti bahwa wanita tidak pernah melakukan aktivitas seks. Seorang wanita mungkin saja pernah melakukan berbagai jenis aktivitas seks termasuk oral, kecuali seks dengan penetrasi. Pada kasus ini, tentu saja selaput dara masih akan tetap utuh.
Pada situasi yang tak jelas ini para dokter dituntut menjelaskan hal yang sesungguhnya tentang keperawanan dan selaput dara ini. Sayang, ada beberapa dokter yang justru melakukan praktik memperbaiki atau meniru selaput dara. Pada tahun 1960, praktik yang disebut hymenoplasty berkembang di Jepang untuk membantu banyak gadis yang sudah sering melakukan hubungan seks. Meski para dokter yang mempraktikkan hymenoplasty ini beralasan bahwa etika rekonstruksi selaput dara ini bisa dibandingkan dengan bedah plastik, pendapat ini tidaklah ilmiah.
Tindakan bedah plastik dilakukan pada bagian tubuh seperti wajah atau payudara dan tidak terkait dengan mitos. Para dokter diharapkan mempunyai tanggungjawab moral guna menghapus mitos yang menyesatkan dan tak bermanfaat. Dengan begitu, tindakan peniruan selaput dara atau hymenoplasty pada gadis yang sudah tidak perawan hanyalah akan menjadi upaya memelihara, mengabadikan mitos tentang selaput dara dan keperawanan.
Istilah keperawanan memang telah digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tak pernah berhubungan seksual. Keberadan selaput dara yang utuh seringkali dijadikan bukti fisik dari keperawanan. Lebih jauh lagi, masayarakat di negara berkembang yang persepsi serta pengetahuan seksualnya rendah, keyakinan akan keperawanan ditandai dengan keluarnya darah pada saat malam pertama. Darah inilah yang dikenal dengan istilah "Darah Perawan".
Akan tetapi, seperti dipaparkan Profesor Wimpie Pangkahila Sp.And, pakar Andrologi dan Seksologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, darah perawan itu sebenarnya hanya mitos belaka "Wanita yang tidak terangsang untuk ngeseks atau sedang berada dalam tekanan psikogenik (kejiwaan dan genetika), bisa mengalami pendarahan ketika ia memaksakan hubungan seks," ungkapnya dalam sebuah makalah tentang kesehatan seksual.
"Namun begitu, wanita yang benar-benar terangsang hasratnya dan terbebas dari beban psikologis tidak akan mengalami pendarahan meski ia melakukann hubungan seks untuk pertamalinya. Oleh sebab itu, sangat jelas dan tidak diragukan lagi bahwa istilah darah perawan hanyalah mitos belaka," jelasnya.
Sayangnya, lanjut Prof. Wimpie, mitos soal darah perawan seringkali menimbulkan masalah yang merugikan wanita. Tak jarang para suami yang berani menceraikan sang istri jika ia tidak melihat darah perawan pada saat malam pertama.
Di sebuah negara seperti Turki, ada dokter yang bersedia melakukan uji keperawanan atas permintaan pasien, meskipun hal ini ditentang oleh Asosiasi Kedoketaran di sana. Uji keperawanan sebenarnya tidak berarti sama sekali karena selaput dara yang robek atau rusak bukan berarti seorang wanita pernah melakukan hubungan seks.
Hal itu, menurut Wimpie, dapat disebabkan penggunaan tampon (sumbat kapas sebesar jari) atau kebiasaan masturbasi memakai alat yang dimasukkan pada vagina. Di lain pihak, ada pula para wanita yang organ intimnya tidak memiliki selaput dara dengan persentase kurang dari 0,03 persen (Jenry et al 1987).
Sebaliknya, keutuhan selaput dara pun tidak serta merta menunjukkan seorang wanita tak pernah melakukan hubungan seks. Faktanya, selaput dara tidak harus selalu robek setelah berhubungan intim. Hasil pengujian selaput dara pada 1.000 remaja putri yang pernah melakukan seks lewat vagina menunjukkan kebanyakan selaput tampak kacau, tidak menentu, dan mengumpul di bagian pinggir vagina. Jarang terjadi selaput dara terbelah secara komplet atau benar-benar sobek.
Lebih jauh, status selaput dara juga tidak berkaitan dengan perilaku seksual. Utuhnya selaput dara tidak berarti bahwa wanita tidak pernah melakukan aktivitas seks. Seorang wanita mungkin saja pernah melakukan berbagai jenis aktivitas seks termasuk oral, kecuali seks dengan penetrasi. Pada kasus ini, tentu saja selaput dara masih akan tetap utuh.
Pada situasi yang tak jelas ini para dokter dituntut menjelaskan hal yang sesungguhnya tentang keperawanan dan selaput dara ini. Sayang, ada beberapa dokter yang justru melakukan praktik memperbaiki atau meniru selaput dara. Pada tahun 1960, praktik yang disebut hymenoplasty berkembang di Jepang untuk membantu banyak gadis yang sudah sering melakukan hubungan seks. Meski para dokter yang mempraktikkan hymenoplasty ini beralasan bahwa etika rekonstruksi selaput dara ini bisa dibandingkan dengan bedah plastik, pendapat ini tidaklah ilmiah.
Tindakan bedah plastik dilakukan pada bagian tubuh seperti wajah atau payudara dan tidak terkait dengan mitos. Para dokter diharapkan mempunyai tanggungjawab moral guna menghapus mitos yang menyesatkan dan tak bermanfaat. Dengan begitu, tindakan peniruan selaput dara atau hymenoplasty pada gadis yang sudah tidak perawan hanyalah akan menjadi upaya memelihara, mengabadikan mitos tentang selaput dara dan keperawanan.
5 Alasan Anda Perlu Lebih Sering Berciuman
Berciuman tentu menyenangkan. Saat itulah kita merasa begitu menyatu dengan pasangan, mampu merasakan debar jantung dan hembusan nafasnya. Bersatunya bibir dan lidah yang kita anggap terjadi begitu saja ketika kita merindukan si dia, ternyata memiliki banyak makna. Anda ingin tahu manfaat baiknya untuk tubuh Anda?
1. Berciuman bisa mendorong imunitas. Sebuah studi yang dilaporkan di jurnal Medical Hypotheses mengatakan bahwa berciuman mampu meningkatkan imunitas wanita dari Cytomegalovirus. Cytomegalovirus (merupakan bagian dari TORCH), ditularkan melalui kontak mulut ke mulut, dapat menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir lainnya jika sang ibu tertular saat hamil. Namun virus ini tidak berbahaya untuk orang dewasa. Berciuman sudah lama diperkirakan dapat meneruskan virus tersebut, dan menguatkan daya tahan tubuh.
2. Berciuman membantu Anda memilih pria terbaik. Bagaimana mungkin? Anthropolog
Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai "alat penilai pria". Kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh. Ketika Anda mencium seseorang, bukankah Anda dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaannya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, menurut Fisher, merupakan suatu "iklan" yang mendalam mengenai siapa Anda, apa yang Anda inginkan, dan apa yang dapat Anda berikan.
3. Berciuman membuat otot-otot wajah tetap kuat. Saat mempertimbangkan kebugaran tubuh, perut yang rata dan kencang serta pinggul yang bebas selulit selalu menjadi perhatian utama. Namun jangan remehkan latihan yang didapatkan mulut melalui sesi berciuman. Para peneliti mengatakan bahwa kita menggunakan 30 otot saat berciuman, dan hal ini membuat pipi tetap kencang.
4. Berciuman dapat membuat Anda rileks secara alami. Laporan ilmiah mengatakan bahwa berciuman meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang menenangkan tubuh, dan juga meningkatkan endorphin, hormon yang memberikan rasa senang. Saling bertukar liur juga dilaporkan mampu meningkatkan dopamin, hormon yang memberikan perasaan romantis.
5. Yang terakhir, Anda tentu tak akan lupa. Berciuman dapat membakar kalori. Hasil penelitian yang dilaporkan memang berbeda-beda, namun jumlah kalori yang dibakar per menit antara 2 - 6 kalori. Jika dibandingkan sesi jogging di treadmill atau sekitar kompleks. Bayangkan bila Anda melakukan sesi bercinta sambil terus berciuman. Anda mungkin akan membakar setengah genggam cokelat yang Anda nikmati sebelumnya
1. Berciuman bisa mendorong imunitas. Sebuah studi yang dilaporkan di jurnal Medical Hypotheses mengatakan bahwa berciuman mampu meningkatkan imunitas wanita dari Cytomegalovirus. Cytomegalovirus (merupakan bagian dari TORCH), ditularkan melalui kontak mulut ke mulut, dapat menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir lainnya jika sang ibu tertular saat hamil. Namun virus ini tidak berbahaya untuk orang dewasa. Berciuman sudah lama diperkirakan dapat meneruskan virus tersebut, dan menguatkan daya tahan tubuh.
2. Berciuman membantu Anda memilih pria terbaik. Bagaimana mungkin? Anthropolog
Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai "alat penilai pria". Kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh. Ketika Anda mencium seseorang, bukankah Anda dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaannya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, menurut Fisher, merupakan suatu "iklan" yang mendalam mengenai siapa Anda, apa yang Anda inginkan, dan apa yang dapat Anda berikan.
3. Berciuman membuat otot-otot wajah tetap kuat. Saat mempertimbangkan kebugaran tubuh, perut yang rata dan kencang serta pinggul yang bebas selulit selalu menjadi perhatian utama. Namun jangan remehkan latihan yang didapatkan mulut melalui sesi berciuman. Para peneliti mengatakan bahwa kita menggunakan 30 otot saat berciuman, dan hal ini membuat pipi tetap kencang.
4. Berciuman dapat membuat Anda rileks secara alami. Laporan ilmiah mengatakan bahwa berciuman meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang menenangkan tubuh, dan juga meningkatkan endorphin, hormon yang memberikan rasa senang. Saling bertukar liur juga dilaporkan mampu meningkatkan dopamin, hormon yang memberikan perasaan romantis.
5. Yang terakhir, Anda tentu tak akan lupa. Berciuman dapat membakar kalori. Hasil penelitian yang dilaporkan memang berbeda-beda, namun jumlah kalori yang dibakar per menit antara 2 - 6 kalori. Jika dibandingkan sesi jogging di treadmill atau sekitar kompleks. Bayangkan bila Anda melakukan sesi bercinta sambil terus berciuman. Anda mungkin akan membakar setengah genggam cokelat yang Anda nikmati sebelumnya
Secret Sexual Fantasies ; "The Perfect Lover" (2)
The most popular sexual fantasies among men and women involve images of sex with a passionate, attractive, exciting partner who will do whatever you want, even if that means dominating you.
Your Perfect Lover could be someone you know; it could even be your real-life partner. It could be someone you saw in class or at work but never talk to, a celebrity with whom you feel a connection, or a complete stranger you happened to face for two intense minutes in a crowded elevator. It could be someone that would be your ideal mate, if only you could be together. Or it could be someone very taboo: a relative, your best friend’s spouse, a “bad” boy or girl, someone of whom you know your family would disapprove. Perfect Lovers run the gamut, but the universal characteristic is that you find this person irresistible and extremely satisfying, at least in fantasy.
Even very traditional ladies who prefer romance to porn enjoy the fantasy of the Perfect Lover. While such a scenario might involve nothing more than kissing, Perfect Lover fantasies can entail sexual intercourse in every position. Oral sex (giving or receiving) is a big favorite, followed by manual sex, anal sex (giving or receiving) and mutual masturbation. In addition to these basic physical sex acts, there are many other types of sex about which you might fantasize, especially if you feel deprived of a particular favorite activity. Your Perfect Lover will never deprive you…unless you have a deprivation fetish.
One popular variation on the Perfect Lover is what I call “Some Enchanted Evening”: sex with a sexy stranger. It’s not that I’m recommending sex with a real-life stranger, at least not without sheathing your body in a suit of latex armor, the shining armor of the knight of the 21st century, but the fantasy of sex with an exciting, attractive stranger is a delightful aphrodisiac that many women and men enjoy. One of the reasons these kinds of lovers are “perfect” is that you don’t know them at all.
It’s even more common to fantasize about your real-life lover, who may not be perfect, but must be pretty hot and is certainly familiar and easy enough to conjure up in the erotic theater of your mind. But because it’s a secret sexual fantasy, you might imagine something different than the usual. Maybe you fantasize that your real-life lover is aggressive even though he or she is usually passive, or the two of you are being watched, or perhaps you imagine yourself watching your lover have sex with someone else. This brings us to the next most popular type of fantasy… (abd) to be continued
Secret Sexual Fantasies
Your fantasies are always with you, playing hide-and-seek with your perceived realities, whispering wild ideas into your inner ear, showing movies in your mind, stirring your passions mysteriously, yet so powerfully.
If you are imprisoned in any way–by your work, your family, your education, your religion, your government–your fantasies become your freedom. Sometimes your ability to fantasize is the only freedom you have.
Where does fantasy end and reality begin? The English philosopher John Richter said, "Fantasy rules over two-thirds of the universe,
the past and the future, while reality is confined to the present."
Fantasy–the original “theater of the mind”–makes up a huge portion of human consciousness. Memory, as it filters through the mind’s eye, is a kind of fantasy that gazes backward, into the past. Hope, anticipation, fear and ambition are fantasies that look toward the future. Our sexuality is fueled by fantasies of the past and the future, as well as “pure” fantasies–wild dreams that never happened and that you never really want to have happen–that haunt and stimulate you like a kinky parallel universe.
A sexual fantasy can be a long, complicated story, a quick mental flash of erotic imagery or something in between. Whatever form it
takes, it arouses your sexual feelings. As such, your favorite fantasy is the G-spot of your mind. Experts agree that sexual fantasies are important, powerful and pervasive. But they can’t agree on much more about them.
the past and the future, while reality is confined to the present."
Fantasy–the original “theater of the mind”–makes up a huge portion of human consciousness. Memory, as it filters through the mind’s eye, is a kind of fantasy that gazes backward, into the past. Hope, anticipation, fear and ambition are fantasies that look toward the future. Our sexuality is fueled by fantasies of the past and the future, as well as “pure” fantasies–wild dreams that never happened and that you never really want to have happen–that haunt and stimulate you like a kinky parallel universe.
A sexual fantasy can be a long, complicated story, a quick mental flash of erotic imagery or something in between. Whatever form it
takes, it arouses your sexual feelings. As such, your favorite fantasy is the G-spot of your mind. Experts agree that sexual fantasies are important, powerful and pervasive. But they can’t agree on much more about them.
For every study that concludes that women or men fantasize one way, there’s another that concludes the opposite. If you look hard enough, you can find a study to prove any theory about sexual fantasies and another one to disprove it. Maybe this is because it is very difficult to measure fantasies except through questionnaires, and it is so easy and tempting to lie on questionnaires, especially when it comes to opening up about our deepest, darkest, most embarrassing, secret, sexual fantasies.
Therefore, I will not use many studies to justify my points here. As a sex therapist with one of the largest private practices in the world and a sex-oriented radio and TV talk show host for over two decades, as well as an erotically-married woman for almost 18 years, I base my observations on my own professional and personal experience, which I believe is as good a “study” on fantasy as any.
Before we discuss where your secret fantasies come from and whether or not to share them with anyone, let’s take a look at some of the most common ones.-abd- to be continued
Before we discuss where your secret fantasies come from and whether or not to share them with anyone, let’s take a look at some of the most common ones.-abd- to be continued
Inilah Makanan Pendongkrak Ereksi
Anda yang mengalami masalah ereksi tentu harus periksa ke dokter untuk diselesaikan masalahnya dengan baik dan tepat. Tapi bila gangguan itu ringan cobalah dengan bantuan suplemen niacin untuk melengkapi pengobatan
Weetabix. Seperti halnya sereal lain yang difortifikasi, Weetabix mengandung vitamin B3 yang juga dikenal dengan sebutan niacin. Ini adalah zat aktif yang dapat membantu mengatasi persoalan klasik para pria, problem ereksi.
Para ahli di Chinese University of Hong Kong memelajari 161 pria yang menderita disfungsi ereksi dengan memberikan dua hingga tiga pil (500 mg) niacin setiap hari selama 12 minggu dan menemukan adanya peningkatan yang berarti dalam hidup seksual mereka dibanding yang tidak.
Para ahli yakin bahwa konsumsi harian suplemen niacin dapat meningkatkan aliran darah ke wilayah pelvic dengan mengurangi deposit kadar kolesterol di pembuluh darah arteri utama. Niacin juga membantu memperlentur pembuluh darah.
Dosis tinggi spesial rupanya digunakan dalam penelitian ini, lebih tinggi dari dosis yang disarankan sekitar 14 mg lebih tinggi. Namun, setidaknya dua potong Weetabix dapat memenuhi kebutuhan gizi niacin yang disarankan tiap hari. Sumber niacin lain seperti daging merah, roti gandum, hati sapi, kacang hijau, telur, alpukat, tuna, salmon, tomat, brokoli, wortel, kacang, asparagus, ayam, jamur.
Weetabix. Seperti halnya sereal lain yang difortifikasi, Weetabix mengandung vitamin B3 yang juga dikenal dengan sebutan niacin. Ini adalah zat aktif yang dapat membantu mengatasi persoalan klasik para pria, problem ereksi.
Para ahli di Chinese University of Hong Kong memelajari 161 pria yang menderita disfungsi ereksi dengan memberikan dua hingga tiga pil (500 mg) niacin setiap hari selama 12 minggu dan menemukan adanya peningkatan yang berarti dalam hidup seksual mereka dibanding yang tidak.
Para ahli yakin bahwa konsumsi harian suplemen niacin dapat meningkatkan aliran darah ke wilayah pelvic dengan mengurangi deposit kadar kolesterol di pembuluh darah arteri utama. Niacin juga membantu memperlentur pembuluh darah.
Dosis tinggi spesial rupanya digunakan dalam penelitian ini, lebih tinggi dari dosis yang disarankan sekitar 14 mg lebih tinggi. Namun, setidaknya dua potong Weetabix dapat memenuhi kebutuhan gizi niacin yang disarankan tiap hari. Sumber niacin lain seperti daging merah, roti gandum, hati sapi, kacang hijau, telur, alpukat, tuna, salmon, tomat, brokoli, wortel, kacang, asparagus, ayam, jamur.
Seberapa Tebal Kondom yang Ideal?
Kondom sering dianggap perusak kenikmatan bercinta karena tebalnya. Tak heran jika banyak produsen kondom berlomba menciptakan kondom super tipis untuk mengurangi keluhan penggunanya.
Tapi berapa tebal ideal kondom agar aman digunakan?
Marketing Consultant dari perusahaan produsen kondom NRS Global Partners SDN BHD, Paul Liang mengatakan kalau ketebalan umum kondom lateks adalah 0,06 - 0,08 milimeter. Kurang dari itu artinya kondom lateks tersebut tak memenuhi standar dan bisa membahayakan penggunanya.
"Biasanya produsen kondom mengikuti salah satu atau ketiga standar keamanan, yaitu standar menurut WHO, FDA, atau ISO 4074. Ukuran 0,06 - 0,08 milimeter sudah memenuhi standar mereka," ujar Paul.
Atas dasar itu, Paul menegaskan kalau ada iklan atau produsen kondom yang menyebutkan jika mereka punya kondom lateks dengan ketebalan 0,02 mm adalah bohong. Andai benar tebalnya sekian, maka tingkat keamanannya harus diwaspadai.
Kemungkinan terjadinya hal tak diinginkan sangat besar. Misalnya kehamilan tak diinginkan atau penyakit menular seksual.
"Kondom lateks tak bisa disebut aman jika tebalnya 0,02 mm. Sebaiknya cari yang tebalnya ideal saja," saran Paul. (sehatnews)
Tapi berapa tebal ideal kondom agar aman digunakan?
Marketing Consultant dari perusahaan produsen kondom NRS Global Partners SDN BHD, Paul Liang mengatakan kalau ketebalan umum kondom lateks adalah 0,06 - 0,08 milimeter. Kurang dari itu artinya kondom lateks tersebut tak memenuhi standar dan bisa membahayakan penggunanya.
"Biasanya produsen kondom mengikuti salah satu atau ketiga standar keamanan, yaitu standar menurut WHO, FDA, atau ISO 4074. Ukuran 0,06 - 0,08 milimeter sudah memenuhi standar mereka," ujar Paul.
Atas dasar itu, Paul menegaskan kalau ada iklan atau produsen kondom yang menyebutkan jika mereka punya kondom lateks dengan ketebalan 0,02 mm adalah bohong. Andai benar tebalnya sekian, maka tingkat keamanannya harus diwaspadai.
Kemungkinan terjadinya hal tak diinginkan sangat besar. Misalnya kehamilan tak diinginkan atau penyakit menular seksual.
"Kondom lateks tak bisa disebut aman jika tebalnya 0,02 mm. Sebaiknya cari yang tebalnya ideal saja," saran Paul. (sehatnews)
Meski Murah, Kondom Tetap Aman
Harga sering memengaruhi kualitas barang. Lebih mahal dianggap lebih bagus. Bagaimana dengan kondom?
Marketing Consultant produsen kondom NRS Global Partners SDN BHD, Paul Liang menjelaskan bahwa harga tak berpengaruh pada kualitas kondom. Kondom yang lebih murah tetap bisa melindungi pemakainya dari kehamilan tak diinginkan dan penyakit menular seksual.
"Selama perusahaan kondom tersebut mengikuti standar baku seperti WHO, FDA, atau ISO 4074 maka tak perlu khawatir. Tak ada pembagian kasta pada kondom," jelas Paul.
Mengenai perbedaan harga yang mencolok untuk satu jenis kondom antara satu dan lain merk, Paul memberi perumpamaan. Ada dua merk air mineral. Merk yang satu lebih murah dari yang lain. Tapi ketika dicicipi rasanya sama.
"Kurang lebih seperti itu. Karena harga ditentukan oleh perusahaan. Kebijakan itu dari mereka," ucap Paul.
Kalau tak percaya, lanjut Paul, kondom yang diproduksi di pabrik yang ditanganinya memiliki kualitas yang sangat baik. Padahal harganya lebih murah dari merk tetangga.
Berbagai pemeriksaan dan uji saring dilalui kondom-kondom sebelum dikemas dan dipasarkan.
"Jika WHO mengharuskan kondom diuji dengan ditiup angin sebanyak 16 liter, maka kondom kami ditiup dengan angin sebanyak 32 liter. Artinya standar produk kami lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh WHO. Belum lagi tes dengan sensor, elektromagnetik, dan lainnya. Jadi dipastikan aman," jelas Paul. (sehatnews)
Marketing Consultant produsen kondom NRS Global Partners SDN BHD, Paul Liang menjelaskan bahwa harga tak berpengaruh pada kualitas kondom. Kondom yang lebih murah tetap bisa melindungi pemakainya dari kehamilan tak diinginkan dan penyakit menular seksual.
"Selama perusahaan kondom tersebut mengikuti standar baku seperti WHO, FDA, atau ISO 4074 maka tak perlu khawatir. Tak ada pembagian kasta pada kondom," jelas Paul.
Mengenai perbedaan harga yang mencolok untuk satu jenis kondom antara satu dan lain merk, Paul memberi perumpamaan. Ada dua merk air mineral. Merk yang satu lebih murah dari yang lain. Tapi ketika dicicipi rasanya sama.
"Kurang lebih seperti itu. Karena harga ditentukan oleh perusahaan. Kebijakan itu dari mereka," ucap Paul.
Kalau tak percaya, lanjut Paul, kondom yang diproduksi di pabrik yang ditanganinya memiliki kualitas yang sangat baik. Padahal harganya lebih murah dari merk tetangga.
Berbagai pemeriksaan dan uji saring dilalui kondom-kondom sebelum dikemas dan dipasarkan.
"Jika WHO mengharuskan kondom diuji dengan ditiup angin sebanyak 16 liter, maka kondom kami ditiup dengan angin sebanyak 32 liter. Artinya standar produk kami lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh WHO. Belum lagi tes dengan sensor, elektromagnetik, dan lainnya. Jadi dipastikan aman," jelas Paul. (sehatnews)
Kondom, Benteng Terakhir Cegah AIDS untuk Pria Produktif
Nardi (37),sebut saja demikian menyadari bahwa pekerjaannya sebagai seorang desainer sangat berisiko terutama yang terkait dengan persoalan seksual.Maklum, "saya kerja di Jakarta. Istri tinggal di Yogyakarta. Tak mungkin saya langsung ke sana jika sedang ingin bercinta," kata Nardi. Pria yang aktif ini tidak munafik bahwa kebutuhan biologis sebagai seorang pria sungguh menjadi hal yang vital baginya.
Karena itu, tak heran bila sedang "ingin", pelampiasannya tak lain ke PSK atau ke rekan wanita yang sukarela mau diajak bermesum ria. Nardi bahkan mengaku bahwa dirinya kerap melupakan atau memang sengaja tak pakai kondom meski sudah membawa barang itu di saku atau di tas.
"Kalau pas dapat 'barang' bagus, penasaran ingin mencoba tanpa kondom. Lagipula kalau sudah foreplay mana ingat pakai kondom. Kena penyakit atau nggak urusan nanti deh. Sepertinya sampai sekarang aman-aman saja," jelas Nardi.
Ya, ada banyak Nardi-nardi yang lain yang merasakan hal yang sama. Mereka adalah golongan pekerja yang produktif dengan penghasilan yang cukup bahkan bisa jadi berlebih. Namun, mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi menularkan segala macam penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.
Dunia kerja dan usaha memang punya peran cukup besar dalam menambah kasus baru HIV/AIDS di usia produktif. Pelakunya para pekerja yang tinggal jauh dari keluarga dan punya penghasilan cukup untuk membeli seks.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Nafsiah Mboi mengatakan bahwa tiap tahunnya diperkirakan 10 juta pria membeli seks. Mereka yang melakukan seks tanpa pengaman itu kebanyakan kaum pekerja dan berisiko jadi sumber penularan HIV/AIDS.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2006, jumlah laki-laki pekerja yang menjadi pelanggan pekerja seks komersial (PSK) mencapai 3.241.244 orang. Sekitar 60 persen di antara mereka telah menikah.
Yang harus diwaspadai, masih banyak diantara pekerja pembeli seks tersebut tidak mengenakan kondom ketika 'jajan'. Meski banyak diantaranya punya latar pendidikan yang mumpuni.
Akibatnya, hingga September 2011, Kementrian Kesehatan mencatat kasus HIV/AIDS tertinggi terjadi pada kelompok usia produktif, yakni 20-40 tahun. Saat ini diperkirakan ada 186 ribu orang dengan HIV/AIDS di Indonesia. Penularan HIV paling banyak terjadi lewat hubungan heteroseksual yang berisiko (54,8 persen).
Istri jadi korban
Perilaku seks berisiko ini pelan tapi pasti menimbulkan banyak korban baru HIV/AIDS. Mereka yang sudah tertular akan berhubungan seks dengan istri.
Kalau istri tertular, anak atau janin yang dikandung bisa jadi tertular juga. Terjadilah efek domino.
Adalah Donna (30), bukan nama sebenarnya, yang sudah merasakan pahitnya vonis HIV/AIDS akibat tertular suami. Wanita asal Jakarta ini sampai berhenti bekerja dan sempat hanya bisa terbaring karena kondisi kesehatannya yang buruk.
Awalnya ia curiga melihat kondisi suami yang sakit tak kunjung sembuh. Apalagi suami Donna menolak memeriksakan diri ke dokter. Tak lama, gejala yang sama dialami Donna. Ia curiga dan segera memeriksakan diri.
"Berbagai diagnosis sudah saya lalui. Ada yang bilang sakit ini, sakit itu, sampai akhirnya ketauan saya mengidap HIV positif," kata Donna. Meski kecewa dengan kelakuan suaminya, Donna merasa beruntung karena anaknya tidak tertular.
"Sepertinya suami saya main perempuan ketika kami sudah punya anak. Saya tidak tahu bagaimana, kapan, atau dengan siapa ia bergaul karena ia tak mau memberitahu," ucap Donna. Kini Donna yang telah ditinggal pergi suami terus melanjutkan terapi agar bisa bertahan hidup. Terutama demi sang buah hati tercinta.
Kisah Donna hanya satu dari sekian banyak kasus HIV/AIDS pada ibu rumahtangga usia produktif.
Cegah dengan Kondom
Sebetulnya serangan HIV/AIDS bisa dicegah dengan mudah. Cara pertama dengan tidak melakukan seks. Kedua, setia pada satu pasangan, dan ketiga menggunakan kondom. Karena cara pertama dan kedua datang dari masing-masing pribadi, sementara pihak luar tidak bisa berbuat apa-apa, cara ketiga bisa digunakan sebagai senjata terakhir.
Sayang, banyak yang masih meragukan cara ketiga ini. Banyak yang tidak paham bahwa kondom sebenarnya sangat efektif. Salah satu persepsi yang kerap muncul di masyarakat adalah kondom lateks dianggap memiliki pori-pori yang dapat dilalui oleh virus penyebab AIDS.
Padahal, penelitian laboratorium membuktikan jika kondom lateks sangat efektif dalam pencegahan penularan penyakit menular, termasuk HIV, karena lubang pori-pori pada kondom lateks terlalu kecil untuk dapat dilalui oleh virus tersebut.
"Kondom lateks memiliki pori-pori 5 mikron (0,00002 inci), 10 kali lebih kecil dari sperma. Sedangkan studi laboratorium membuktikan bahwa kondom yang terbuat dari lateks sangat kedap untuk mencegah masuknya HIV, virus penyebab AIDS," ujar Koordinator pelayanan medis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta, Bondan Widjajanto.
Bondan mengatakan kalau kerusakan pada kondom kebanyakan diakibatkan oleh faktor penyimpanan dan penggunaan yang tidak benar. Human error lebih banyak berperan.
Dr. Adi Sasongko dari Yayasan Kusuma Buana yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi menambahkan bahwa pada tahun 1989, Jurnal Consumer Reports di AS mencatat bahwa dalam keadaan meregang dengan pembesaran 30 ribu kali di bawah mikroskop elektron, pori-pori kondom tak terlihat. Sedangkan virus HIV terlihat pada pembesaran yang sama.
Tak hanya itu, kondom dibuat dengan teknologi vulkanisasi lapisan. Ibarat ban vulkanisir yang dibuat berlapis-lapis. Jadi pori pada masing-masing lapisan akan tertutup lapisan yang lain.
Kendala lain dalam pemakaian kondom adalah anggapan bahwa kampanye kondom merupakan legalisasi seks bebas. Padahal kampanye mengenai kondom diberikan bukan untuk melegalkan seks bebas melainkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan reproduksi. Ada kampanye atau tidak, seks bebas akan selalu ada.
Nafsiah bahkan menegaskan bahwa kampanye mengenai kondom atau pembagian kondom gratis bukan alasan seseorang membeli seks. Menurutnya, kalau seseorang kuat imannya, ia tak akan melakukan perilaku seks berisiko meski diberi kondom gratis.
Kondom adalah jalan terakhir bagi orang yang gagal melakukan pencegahan A (abstinenia) alias tak melakukan seks dan B (Be faithful) alias setia pada satu pasangan.
“Kondom merupakan bentuk tanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang lain,” imbuh Adi. (sehatnews)
Karena itu, tak heran bila sedang "ingin", pelampiasannya tak lain ke PSK atau ke rekan wanita yang sukarela mau diajak bermesum ria. Nardi bahkan mengaku bahwa dirinya kerap melupakan atau memang sengaja tak pakai kondom meski sudah membawa barang itu di saku atau di tas.
"Kalau pas dapat 'barang' bagus, penasaran ingin mencoba tanpa kondom. Lagipula kalau sudah foreplay mana ingat pakai kondom. Kena penyakit atau nggak urusan nanti deh. Sepertinya sampai sekarang aman-aman saja," jelas Nardi.
Ya, ada banyak Nardi-nardi yang lain yang merasakan hal yang sama. Mereka adalah golongan pekerja yang produktif dengan penghasilan yang cukup bahkan bisa jadi berlebih. Namun, mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi menularkan segala macam penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS.
Dunia kerja dan usaha memang punya peran cukup besar dalam menambah kasus baru HIV/AIDS di usia produktif. Pelakunya para pekerja yang tinggal jauh dari keluarga dan punya penghasilan cukup untuk membeli seks.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Nafsiah Mboi mengatakan bahwa tiap tahunnya diperkirakan 10 juta pria membeli seks. Mereka yang melakukan seks tanpa pengaman itu kebanyakan kaum pekerja dan berisiko jadi sumber penularan HIV/AIDS.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2006, jumlah laki-laki pekerja yang menjadi pelanggan pekerja seks komersial (PSK) mencapai 3.241.244 orang. Sekitar 60 persen di antara mereka telah menikah.
Yang harus diwaspadai, masih banyak diantara pekerja pembeli seks tersebut tidak mengenakan kondom ketika 'jajan'. Meski banyak diantaranya punya latar pendidikan yang mumpuni.
Akibatnya, hingga September 2011, Kementrian Kesehatan mencatat kasus HIV/AIDS tertinggi terjadi pada kelompok usia produktif, yakni 20-40 tahun. Saat ini diperkirakan ada 186 ribu orang dengan HIV/AIDS di Indonesia. Penularan HIV paling banyak terjadi lewat hubungan heteroseksual yang berisiko (54,8 persen).
Istri jadi korban
Perilaku seks berisiko ini pelan tapi pasti menimbulkan banyak korban baru HIV/AIDS. Mereka yang sudah tertular akan berhubungan seks dengan istri.
Kalau istri tertular, anak atau janin yang dikandung bisa jadi tertular juga. Terjadilah efek domino.
Adalah Donna (30), bukan nama sebenarnya, yang sudah merasakan pahitnya vonis HIV/AIDS akibat tertular suami. Wanita asal Jakarta ini sampai berhenti bekerja dan sempat hanya bisa terbaring karena kondisi kesehatannya yang buruk.
Awalnya ia curiga melihat kondisi suami yang sakit tak kunjung sembuh. Apalagi suami Donna menolak memeriksakan diri ke dokter. Tak lama, gejala yang sama dialami Donna. Ia curiga dan segera memeriksakan diri.
"Berbagai diagnosis sudah saya lalui. Ada yang bilang sakit ini, sakit itu, sampai akhirnya ketauan saya mengidap HIV positif," kata Donna. Meski kecewa dengan kelakuan suaminya, Donna merasa beruntung karena anaknya tidak tertular.
"Sepertinya suami saya main perempuan ketika kami sudah punya anak. Saya tidak tahu bagaimana, kapan, atau dengan siapa ia bergaul karena ia tak mau memberitahu," ucap Donna. Kini Donna yang telah ditinggal pergi suami terus melanjutkan terapi agar bisa bertahan hidup. Terutama demi sang buah hati tercinta.
Kisah Donna hanya satu dari sekian banyak kasus HIV/AIDS pada ibu rumahtangga usia produktif.
Cegah dengan Kondom
Sebetulnya serangan HIV/AIDS bisa dicegah dengan mudah. Cara pertama dengan tidak melakukan seks. Kedua, setia pada satu pasangan, dan ketiga menggunakan kondom. Karena cara pertama dan kedua datang dari masing-masing pribadi, sementara pihak luar tidak bisa berbuat apa-apa, cara ketiga bisa digunakan sebagai senjata terakhir.
Sayang, banyak yang masih meragukan cara ketiga ini. Banyak yang tidak paham bahwa kondom sebenarnya sangat efektif. Salah satu persepsi yang kerap muncul di masyarakat adalah kondom lateks dianggap memiliki pori-pori yang dapat dilalui oleh virus penyebab AIDS.
Padahal, penelitian laboratorium membuktikan jika kondom lateks sangat efektif dalam pencegahan penularan penyakit menular, termasuk HIV, karena lubang pori-pori pada kondom lateks terlalu kecil untuk dapat dilalui oleh virus tersebut.
"Kondom lateks memiliki pori-pori 5 mikron (0,00002 inci), 10 kali lebih kecil dari sperma. Sedangkan studi laboratorium membuktikan bahwa kondom yang terbuat dari lateks sangat kedap untuk mencegah masuknya HIV, virus penyebab AIDS," ujar Koordinator pelayanan medis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta, Bondan Widjajanto.
Bondan mengatakan kalau kerusakan pada kondom kebanyakan diakibatkan oleh faktor penyimpanan dan penggunaan yang tidak benar. Human error lebih banyak berperan.
Dr. Adi Sasongko dari Yayasan Kusuma Buana yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi menambahkan bahwa pada tahun 1989, Jurnal Consumer Reports di AS mencatat bahwa dalam keadaan meregang dengan pembesaran 30 ribu kali di bawah mikroskop elektron, pori-pori kondom tak terlihat. Sedangkan virus HIV terlihat pada pembesaran yang sama.
Tak hanya itu, kondom dibuat dengan teknologi vulkanisasi lapisan. Ibarat ban vulkanisir yang dibuat berlapis-lapis. Jadi pori pada masing-masing lapisan akan tertutup lapisan yang lain.
Kendala lain dalam pemakaian kondom adalah anggapan bahwa kampanye kondom merupakan legalisasi seks bebas. Padahal kampanye mengenai kondom diberikan bukan untuk melegalkan seks bebas melainkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan reproduksi. Ada kampanye atau tidak, seks bebas akan selalu ada.
Nafsiah bahkan menegaskan bahwa kampanye mengenai kondom atau pembagian kondom gratis bukan alasan seseorang membeli seks. Menurutnya, kalau seseorang kuat imannya, ia tak akan melakukan perilaku seks berisiko meski diberi kondom gratis.
Kondom adalah jalan terakhir bagi orang yang gagal melakukan pencegahan A (abstinenia) alias tak melakukan seks dan B (Be faithful) alias setia pada satu pasangan.
“Kondom merupakan bentuk tanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang lain,” imbuh Adi. (sehatnews)
Wilayah Tubuh Paling Sensitif bagi Wanita
Pria Macho adalah pria yang dapat menyenangkan dan memuaskan pasangannya dalam banyak hal, salah satunya dalam hal seksual. Begitulah pendapat salah satu konsultan seks bernama David Darma.
Untuk itu salah satu pengetahuan tentang titik-titik sensitif pada wanita menjadi bagian penting. Berikut ini titik-titik penting tersebut. Bisa jadi bagi Anda daftar ini tidak berarti. Tidak masalah. Yang jelas semoga daftar ini membantu mereka yang masih buta mengenali wilayah sensitif wanita.
Rambut
Elusan rambut dan pijatan kepala ternyata dapat merangsang terlepasnya endorphin yang mengakibatkan rasa nikmat pada seseorang
Mata
Sama seperti skortum (kantung buah pelir), kulit kelopak mata menghasilkan sensasi yang hampir sama bila disentuh lembut.
Hidung
Ada hubungan sensorik langsung antara hidung dan pusat kenikmatan di dalam otak
Bibir
Menurut ajaran Tantra, ada saraf yang menghubungkan bibir atas langsung dengan klitoris.
Telinga
Riset menunjukkan bahwa 5 persen dari laki-laki dapat mencapai klimakss melalui stimulus aural saja, entah itu percakapan erotik, nafas berat atau lidah yang memainkan telinga.
Leher
Memiliki saraf yang sensitive juga. Kebanyakan wanita merasakan kesan yang sama, geli dan terangsang bila dicumbu di leher.
Buah Dada dan puting
Entah denan diisap, dijilat, diusap atau diremas lembut, bagian tubuh ini membantu meningkatkan gairah seksual
Jari-jari tangan
Telapak tangan sangat sensitive karena mampu merasakan sensasi sampai 1/8000 kg / cm
Perut
Area antara pusar dan tulang pubik penuh dengan titik-titik kenikmatan. Mengaktifkan titik-titik ini merangsang mengalirnya darah ke seluruh daerah pubik.
Vulva
Bagian depan bantalan empuk jaringan mons veneris yang terletak sekitar 5 cm di atas klitoris penuh ujung saraf. Menyentuh bagian ini dengan jari tangan dapat membangkitkan sensasi dan meningkatkan orgasme. (sehatnews)
Untuk itu salah satu pengetahuan tentang titik-titik sensitif pada wanita menjadi bagian penting. Berikut ini titik-titik penting tersebut. Bisa jadi bagi Anda daftar ini tidak berarti. Tidak masalah. Yang jelas semoga daftar ini membantu mereka yang masih buta mengenali wilayah sensitif wanita.
Rambut
Elusan rambut dan pijatan kepala ternyata dapat merangsang terlepasnya endorphin yang mengakibatkan rasa nikmat pada seseorang
Mata
Sama seperti skortum (kantung buah pelir), kulit kelopak mata menghasilkan sensasi yang hampir sama bila disentuh lembut.
Hidung
Ada hubungan sensorik langsung antara hidung dan pusat kenikmatan di dalam otak
Bibir
Menurut ajaran Tantra, ada saraf yang menghubungkan bibir atas langsung dengan klitoris.
Telinga
Riset menunjukkan bahwa 5 persen dari laki-laki dapat mencapai klimakss melalui stimulus aural saja, entah itu percakapan erotik, nafas berat atau lidah yang memainkan telinga.
Leher
Memiliki saraf yang sensitive juga. Kebanyakan wanita merasakan kesan yang sama, geli dan terangsang bila dicumbu di leher.
Buah Dada dan puting
Entah denan diisap, dijilat, diusap atau diremas lembut, bagian tubuh ini membantu meningkatkan gairah seksual
Jari-jari tangan
Telapak tangan sangat sensitive karena mampu merasakan sensasi sampai 1/8000 kg / cm
Perut
Area antara pusar dan tulang pubik penuh dengan titik-titik kenikmatan. Mengaktifkan titik-titik ini merangsang mengalirnya darah ke seluruh daerah pubik.
Vulva
Bagian depan bantalan empuk jaringan mons veneris yang terletak sekitar 5 cm di atas klitoris penuh ujung saraf. Menyentuh bagian ini dengan jari tangan dapat membangkitkan sensasi dan meningkatkan orgasme. (sehatnews)
Men's Erogenous Zone
If you think a man has only one erogenous zone, his genitals, you just haven’t taken the time to explore his body! If you do, you’ll find much more can turn him on.
The Head: That is, the area above the neck! You’ll find he loves having your fingers run through his hair and his head gently massaged. And there's a good reason why: endorphins (pleasure hormones) are released when the scalp is massaged!
Ear Lobes: Kiss them, lick them, suck on them, nibble them or blow gently into them and see the results for yourself!
Lips: Don't just kiss, lick them, suck them, be adventurous! His lips are extremely erogenous.
Neck: Next time try necking, no kidding! Kiss him under his jawbone and around the front of his neck. He'll love you for it.
Back: You love his muscular back, so why do you ignore it during foreplay? Go for it – and see him groan in pleasure!
Nipples: Most men get extremely aroused when their nipples are stroked, kissed, licked and sucked.
Rear: Men's bottoms and anal region have a lot of sensitive nerve endings! Be creative – let your fingers do some exploring!
Feet: This one is very personal, but many men do enjoy a foot massage and get very excited when his toes are sucked!
Genitals: Well, we don’t have to tell you about that! But just in case, the base of the penis just above the scrotum (balls) is very arousing! Not to mention the shaft and the tip of the penis
The Head: That is, the area above the neck! You’ll find he loves having your fingers run through his hair and his head gently massaged. And there's a good reason why: endorphins (pleasure hormones) are released when the scalp is massaged!
Ear Lobes: Kiss them, lick them, suck on them, nibble them or blow gently into them and see the results for yourself!
Lips: Don't just kiss, lick them, suck them, be adventurous! His lips are extremely erogenous.
Neck: Next time try necking, no kidding! Kiss him under his jawbone and around the front of his neck. He'll love you for it.
Back: You love his muscular back, so why do you ignore it during foreplay? Go for it – and see him groan in pleasure!
Nipples: Most men get extremely aroused when their nipples are stroked, kissed, licked and sucked.
Rear: Men's bottoms and anal region have a lot of sensitive nerve endings! Be creative – let your fingers do some exploring!
Feet: This one is very personal, but many men do enjoy a foot massage and get very excited when his toes are sucked!
Genitals: Well, we don’t have to tell you about that! But just in case, the base of the penis just above the scrotum (balls) is very arousing! Not to mention the shaft and the tip of the penis
Mencari G-Spot
Pasti Anda sudah mendengar istilah G-spot. Salah satu zona erotis perempuan ini sangat berperan sebagai organ pemberi rasa nikmat saat bercinta. Jika Anda berhasil mengeksplorasi, kenikmatan luar biasa menanti.
Sayang, banyak pria, bahkan perempuan sendiri, masih belum tahu banyak tentang hal ini. Bahkan bagi kebanyakan orang, keberadaannya masih berupa misteri, mungkin karena ukuran kecil dan letaknya yang tersembunyi. Mari kita mengenal lebih dekat si hot spot ini.
Apa itu G-spot?
G-spot adalah sekumpulan jaringan syaraf yang berbentuk seperti kacang dan berada di bawah permukaan liang Miss V yang menghadap ke arah depan tubuh. Meski lokasinya berbeda-beda, G-spot biasanya terletak di tengah, antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 cm ke dalam Miss V.
Kata G-spot diambil dari inisial penemunya, seorang ginekolog dari Jerman, Ernst Grafenberg yang menemukannya di pertengahan abad ke-19. Para peneliti telah menemukan bahwa pada beberapa perempuan, rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding Miss V bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik. Karena berada di bawah permukaan dinding Miss V, maka G-spot harus dirangsang secara tidak langsung melalui dinding Miss V.
Bagaimana menemukannya?
Seperti kita ketahui, G-spot merupakan titik rangsang seksual perempuan. Jadi, tak heran jika sentuhan-sentuhan yang mengenai G-spot, baik oleh Mr P maupun jari, akan memberikan sensasi berbeda bagi perempuan selama sesi bercinta. Sekali saja Anda atau pasangan menemukannya, maka tak sulit untuk menemukan lokasinya lagi.
Namun, Anda perlu menemukannya terlebih dahulu. Hingga kini diketahui posisi yang paling "menguntungkan" bagi perempuan saat bercinta adalah posisi merangkak, seperti woman on top. Mengapa? Karena G-spot dapat tersentuh dengan mudah oleh Mr P saat bergesekan dengan dinding depan saluran Miss V.
Tanda tersentuh dengan benar
Ingin tahu seperti apa rasanya ketika G-spot telah ditemukan dan terangsang dengan benar? Yang pasti, ada sensasi menggelitik dan luar biasa. Sensasinya bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh. Beberapa perempuan malah bisa mencapai orgasme, dan ada juga yang mengeluarkan cairan seiring dengan kontraksi orgasmik tadi atau disebut juga ejakulasi, yaitu berproduksinya kelenjar cairan di selaput mukosa Miss V.
Berbeda dengan cairan pelumas dari Miss V yang encer dan bening, cairan yang diproduksi saat Anda mengalami ejakulasi lebih kental dan berwarna putih. Unsur ini mirip dengan cairan dalam air mani pria (tanpa sperma, tentu). Yang menarik lagi, pada sebagian perempuan ada yang merasakan ingin buang air kecil secara mendadak (meski perasaan ini biasanya lewat saja).
Tak selalu sama
Namun jangan putus asa jika Anda tidak merasakan apa pun. G-spot hanyalah salah satu ukuran kepuasan dalam kehidupan seksual. Selain itu, menurut penelitian, beberapa perempuan memiliki G-spot yang letaknya lebih tinggi dari Miss V-nya sehingga jari-jari mereka pun tak cukup panjang untuk mencapai daerah G-spot. Vibrator, jari-jari pasangan, atau Mr P mungkin bisa membantu melakukan hal itu dengan lebih baik.
Jangan kecewa pula jika ternyata Anda tak bisa menikmati sensitivitas G-spot. Pasalnya, ada beberapa perempuan yang hanya merasa setengah nikmat atau malah tidak nyaman sama sekali. Kalau begini, cari saja area sensitif di bagian tubuh lain dan tetap nikmati serunya acara bercinta Anda. (Sumber : Majalah Chic, Kompas,)
Sayang, banyak pria, bahkan perempuan sendiri, masih belum tahu banyak tentang hal ini. Bahkan bagi kebanyakan orang, keberadaannya masih berupa misteri, mungkin karena ukuran kecil dan letaknya yang tersembunyi. Mari kita mengenal lebih dekat si hot spot ini.
Apa itu G-spot?
G-spot adalah sekumpulan jaringan syaraf yang berbentuk seperti kacang dan berada di bawah permukaan liang Miss V yang menghadap ke arah depan tubuh. Meski lokasinya berbeda-beda, G-spot biasanya terletak di tengah, antara tulang pinggul dan serviks, sekitar 4,5 cm ke dalam Miss V.
Kata G-spot diambil dari inisial penemunya, seorang ginekolog dari Jerman, Ernst Grafenberg yang menemukannya di pertengahan abad ke-19. Para peneliti telah menemukan bahwa pada beberapa perempuan, rasa sensitifnya lebih banyak sepanjang dinding Miss V bagian atas, dan tidak hanya pada satu titik. Karena berada di bawah permukaan dinding Miss V, maka G-spot harus dirangsang secara tidak langsung melalui dinding Miss V.
Bagaimana menemukannya?
Seperti kita ketahui, G-spot merupakan titik rangsang seksual perempuan. Jadi, tak heran jika sentuhan-sentuhan yang mengenai G-spot, baik oleh Mr P maupun jari, akan memberikan sensasi berbeda bagi perempuan selama sesi bercinta. Sekali saja Anda atau pasangan menemukannya, maka tak sulit untuk menemukan lokasinya lagi.
Namun, Anda perlu menemukannya terlebih dahulu. Hingga kini diketahui posisi yang paling "menguntungkan" bagi perempuan saat bercinta adalah posisi merangkak, seperti woman on top. Mengapa? Karena G-spot dapat tersentuh dengan mudah oleh Mr P saat bergesekan dengan dinding depan saluran Miss V.
Tanda tersentuh dengan benar
Ingin tahu seperti apa rasanya ketika G-spot telah ditemukan dan terangsang dengan benar? Yang pasti, ada sensasi menggelitik dan luar biasa. Sensasinya bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh. Beberapa perempuan malah bisa mencapai orgasme, dan ada juga yang mengeluarkan cairan seiring dengan kontraksi orgasmik tadi atau disebut juga ejakulasi, yaitu berproduksinya kelenjar cairan di selaput mukosa Miss V.
Berbeda dengan cairan pelumas dari Miss V yang encer dan bening, cairan yang diproduksi saat Anda mengalami ejakulasi lebih kental dan berwarna putih. Unsur ini mirip dengan cairan dalam air mani pria (tanpa sperma, tentu). Yang menarik lagi, pada sebagian perempuan ada yang merasakan ingin buang air kecil secara mendadak (meski perasaan ini biasanya lewat saja).
Tak selalu sama
Namun jangan putus asa jika Anda tidak merasakan apa pun. G-spot hanyalah salah satu ukuran kepuasan dalam kehidupan seksual. Selain itu, menurut penelitian, beberapa perempuan memiliki G-spot yang letaknya lebih tinggi dari Miss V-nya sehingga jari-jari mereka pun tak cukup panjang untuk mencapai daerah G-spot. Vibrator, jari-jari pasangan, atau Mr P mungkin bisa membantu melakukan hal itu dengan lebih baik.
Jangan kecewa pula jika ternyata Anda tak bisa menikmati sensitivitas G-spot. Pasalnya, ada beberapa perempuan yang hanya merasa setengah nikmat atau malah tidak nyaman sama sekali. Kalau begini, cari saja area sensitif di bagian tubuh lain dan tetap nikmati serunya acara bercinta Anda. (Sumber : Majalah Chic, Kompas,)
Orangtua Harusnya Sumber Utama Pendidikan Seks Anak
Orangtua merupakan seharusnya sumber utama bagi untuk mendapatkan pendidikan seksual, bukannya menghindar dari topik yang sensitif tersebut.Karena, ternyata hasil survei menunjukkan remaja membahas kegiatan seksualnya dengan teman sebesar 93 persen, disusul dengan membahas dengan pacar (21 persen) baru dengan ibu (10 persen) dan ayah (2 persen).
"Melihat fakta dan data ini, kita sudah tidak bisa lagi menganggap seks adalah hal yang tabu untuk dibahas di lingkungan keluarga sekalipun. Alangkah baiknya bila pendidikan seks yang tepat dilakukan sedini mungkin untuk mencegah remaja dan kaum mula ini mendapatkan informasi yang salah," kata Psikolog Seksual Zoya Amirin.
Zoya menyebut pendidikan seks yang harus diterima anak usia 15-19 tahun adalah pemahaman bahwa kematangan seksual yang telah dialami pada usia tersebut akan bisa membuat mereka untuk hamil atau menghamili perempuan.
"Bagi anak lelaki, mereka harus memahami bahwa dorongan seksual itu normal tapi juga harus diajari bagaimana cara iseng mereka melepaskan ketegangan seksual seperti menarik tali bra teman sekolahnya itu tidak menjadi pelecehan seksual," ujarnya.
Sedangkan untuk anak perempuan, Zoya meminta agar orangtua untuk mengajarkan mereka "life skill" (kemampuan) untuk mengatakan "tidak" dalam kondisi dipaksa oleh pacarnya untuk berhubungan seks.
"Dalam pendidikan seks, perlu diajari bagaimana berkata ’tidak’ meskipun sudah diajak masuk ke dalam kamar, karena itu akan jadi pemerkosaan," ujarnya (sehatnews.com)
4 Kesalahan Saat Malam Pertama
Malam pertama memang malam yang ditunggu-tunggu pasangan yang baru saja menikah. Tak jarang perempuan merasa canggung, tegang, dan takut. Bahkan, ada juga yang menjadi overacting.
Rasa malu atau takut umumnya memang dialami perempuan yang belum pernah melakukan hubungan intim. Mereka mungkin tidak siap jika harus berbagi secara total dengan pasangannya, tak hanya berbagi perasaan, tetapi juga fisik. Sekadar tidur bersama sih okelah, tetapi membuka seluruh pakaian di hadapan pria, berdua saja di dalam kamar yang tertutup?
Gabungan antara perasaan takut, malu, risi, deg-degan (tapi juga sedikit excited) itu akhirnya membuat sebagian perempuan melakukan hal-hal yang membuat shock pasangannya. Ingin tahu apa saja yang kerap dilakukan perempuan pada malam pertamanya?
1. Mendadak sakit kepala. Karena malu, risi, ditambah panik suami bakal memaksa untuk langsung berhubungan, Anda pun terus mencoba bertahan. Caranya, dengan berpura-pura mengantuk, kepala sedang pusing, atau menunda-nunda selama mungkin. Seorang perempuan, sebut saja Santi (32), mengaku hingga tiga bulan pertama setelah menikah masih belum berani melepas seluruh pakaiannya di depan suami. "Pas malam pertama, saya ngumpet terus, takut disuruh buka baju. Suami saya sampai bilang, 'Masa sama suami sendiri malu sih'?" ucapnya, menirukan.
Saran: Sesuatu yang dipaksakan hasilnya memang kurang baik. Jika Anda memang masih risi, katakan terus terang kepada suami dan jangan malah "lari dari kenyataan" alias kabur dari kamar. Berusahalah untuk rileks saat berbaring dengan suami. Minta suami untuk tidak terburu-buru menyergap Anda. Waktu demi waktu, ketika Anda sudah lebih santai, biarkan suami membimbing langkah Anda selanjutnya.
2. Terlalu banyak teori. Agar malam pertama berjalan lancar dan tidak menegangkan, banyak perempuan yang berusaha membekali diri dengan membaca buku tentang seks atau bertanya kepada teman-temannya yang sudah menikah. Pertanyaan seperti sebanyak apakah darah yang keluar (akibat selaput dara robek) atau gerakan apa yang harus dilakukan saat penetrasi sudah terjadi paling sering membuat perempuan pening. Vita (29), misalnya. Yang terjadi saat malam pertama justru teori-teori tersebut menguap entah ke mana. Maklum, saat itu ia dan pasangannya sama-sama risi untuk menjelajahi satu sama lain.
Saran: Making love is about having fun. Jadi, tak perlu terlalu mengikuti aturan yang ada di buku panduan. Tak usah terlalu tegang saat menghadapinya. Ketegangan hanya membuat suasana menjadi rusak dan suami kehilangan mood untuk berdekatan dengan Anda.
Seks juga bukan sesuatu yang harus dipelajari karena hal ini sifatnya alami pada diri manusia. Tak usah berpikir apakah Anda harus punya teknik andalan, apakah Anda harus tampil telanjang, ataukah lampu harus tetap menyala atau redup. Biarkan saja semua berjalan apa adanya. Kebanyakan perempuan mencari-cari referensi lewat buku atau sejumlah film porno, yang hanya membuat mereka makin tegang karena tak ingin salah melakukannya.
3. Om-do, alias omong doang! Banyak orang sebenarnya tidak tampil seperti dirinya yang asli. Misalnya, si A yang sering gembar-gembor mengenai pengalamannya di atas ranjang atau si B yang sering ngomong jorok (porno, maksudnya) ternyata masih polos. Si C yang pendiam ternyata justru sangat berpengalaman. Begitu pula dengan Atiek (43, bukan nama sebenarnya).
Perempuan yang dikenal tak bisa berhenti bicara barang 5 menit ini pun akhirnya takluk kepada sang suami yang berkarakter kebalikan dari dirinya (kalau tidak diajak bicara, bisa seharian tidak bicara). Saat malam pertamanya, 12 tahun lalu, Atiek kaget melihat keganasan suaminya. Sebaliknya, ia hanya bisa mengikuti arahan sang suami. "Ternyata selama ini gue om-do!" serunya sambil tertawa berderai-derai.
Saran: Untuk Anda yang memang om-do, sudahlah, jelaskan terus terang kepada suami bahwa Anda memang sedikit tegang. Kalau kebetulan Anda punya suami yang ternyata lebih berpengalaman sih, tak masalah. Jika suami juga pemalu atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, tentu akhirnya jadi kacau. Meskipun begitu, banyak juga pasangan yang menikmati saja malam pertama yang gagal akibat sama-sama tidak berpengalaman.
4. Bergaya ala bintang porno. Saking penginnya tampil sensual (dan terlihat berpengalaman), Anda mengingat-ingat film porno yang pernah Anda tonton, lalu mempraktikkannya di depan suami. Anda pun membuka pakaian satu per satu bak seorang stripper, seperti dada Anda berdegup kencang. Sambil ngoceh panjang lebar untuk menutupi rasa panik, Anda lalu membuat gerakan-gerakan erotis sekaligus membelai suami di bagian mana pun yang menurut Anda sensitif.
Saran: Bila Anda memang belum berpengalaman, tak usah melakukan aksi berlebihan seperti ini. Tak usah bereksplorasi terlalu berani, misalnya dengan memakai pakaian atau atribut semacam pecut, borgol, stoking berikut garter belt-nya, atau apa pun yang sering Anda lihat di film. Bagaimanapun, tak semua pria memiliki fantasi semacam itu. Salah-salah, Anda dikira sudah sering beraksi seperti itu di hadapan pria lain. Lebih baik diskusikan sebelumnya dengan suami apa yang ingin Anda lakukan berdua saat itu. Seperti yang dilakukan Asti (28).
''Dulu sih kami mencari tahu apa yang dimaui pasangan, misalnya dengan nonton film porno bareng. Tapi, terkadang tidak semua yang kami lihat pasti dicoba. Kadang kalau gayanya terlalu ekstrem, malam jadi seperti sirkus,'' jelas ibu satu anak yang bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi ini. Ia juga mengaku ajakan untuk melakukan seks yang ekstrem lebih banyak dari suami.
Seperti apa malam pertama Anda? Adakah kejadian lucu yang Anda alami? Bagi cerita Anda di sini.
Rasa malu atau takut umumnya memang dialami perempuan yang belum pernah melakukan hubungan intim. Mereka mungkin tidak siap jika harus berbagi secara total dengan pasangannya, tak hanya berbagi perasaan, tetapi juga fisik. Sekadar tidur bersama sih okelah, tetapi membuka seluruh pakaian di hadapan pria, berdua saja di dalam kamar yang tertutup?
Gabungan antara perasaan takut, malu, risi, deg-degan (tapi juga sedikit excited) itu akhirnya membuat sebagian perempuan melakukan hal-hal yang membuat shock pasangannya. Ingin tahu apa saja yang kerap dilakukan perempuan pada malam pertamanya?
1. Mendadak sakit kepala. Karena malu, risi, ditambah panik suami bakal memaksa untuk langsung berhubungan, Anda pun terus mencoba bertahan. Caranya, dengan berpura-pura mengantuk, kepala sedang pusing, atau menunda-nunda selama mungkin. Seorang perempuan, sebut saja Santi (32), mengaku hingga tiga bulan pertama setelah menikah masih belum berani melepas seluruh pakaiannya di depan suami. "Pas malam pertama, saya ngumpet terus, takut disuruh buka baju. Suami saya sampai bilang, 'Masa sama suami sendiri malu sih'?" ucapnya, menirukan.
Saran: Sesuatu yang dipaksakan hasilnya memang kurang baik. Jika Anda memang masih risi, katakan terus terang kepada suami dan jangan malah "lari dari kenyataan" alias kabur dari kamar. Berusahalah untuk rileks saat berbaring dengan suami. Minta suami untuk tidak terburu-buru menyergap Anda. Waktu demi waktu, ketika Anda sudah lebih santai, biarkan suami membimbing langkah Anda selanjutnya.
2. Terlalu banyak teori. Agar malam pertama berjalan lancar dan tidak menegangkan, banyak perempuan yang berusaha membekali diri dengan membaca buku tentang seks atau bertanya kepada teman-temannya yang sudah menikah. Pertanyaan seperti sebanyak apakah darah yang keluar (akibat selaput dara robek) atau gerakan apa yang harus dilakukan saat penetrasi sudah terjadi paling sering membuat perempuan pening. Vita (29), misalnya. Yang terjadi saat malam pertama justru teori-teori tersebut menguap entah ke mana. Maklum, saat itu ia dan pasangannya sama-sama risi untuk menjelajahi satu sama lain.
Saran: Making love is about having fun. Jadi, tak perlu terlalu mengikuti aturan yang ada di buku panduan. Tak usah terlalu tegang saat menghadapinya. Ketegangan hanya membuat suasana menjadi rusak dan suami kehilangan mood untuk berdekatan dengan Anda.
Seks juga bukan sesuatu yang harus dipelajari karena hal ini sifatnya alami pada diri manusia. Tak usah berpikir apakah Anda harus punya teknik andalan, apakah Anda harus tampil telanjang, ataukah lampu harus tetap menyala atau redup. Biarkan saja semua berjalan apa adanya. Kebanyakan perempuan mencari-cari referensi lewat buku atau sejumlah film porno, yang hanya membuat mereka makin tegang karena tak ingin salah melakukannya.
3. Om-do, alias omong doang! Banyak orang sebenarnya tidak tampil seperti dirinya yang asli. Misalnya, si A yang sering gembar-gembor mengenai pengalamannya di atas ranjang atau si B yang sering ngomong jorok (porno, maksudnya) ternyata masih polos. Si C yang pendiam ternyata justru sangat berpengalaman. Begitu pula dengan Atiek (43, bukan nama sebenarnya).
Perempuan yang dikenal tak bisa berhenti bicara barang 5 menit ini pun akhirnya takluk kepada sang suami yang berkarakter kebalikan dari dirinya (kalau tidak diajak bicara, bisa seharian tidak bicara). Saat malam pertamanya, 12 tahun lalu, Atiek kaget melihat keganasan suaminya. Sebaliknya, ia hanya bisa mengikuti arahan sang suami. "Ternyata selama ini gue om-do!" serunya sambil tertawa berderai-derai.
Saran: Untuk Anda yang memang om-do, sudahlah, jelaskan terus terang kepada suami bahwa Anda memang sedikit tegang. Kalau kebetulan Anda punya suami yang ternyata lebih berpengalaman sih, tak masalah. Jika suami juga pemalu atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, tentu akhirnya jadi kacau. Meskipun begitu, banyak juga pasangan yang menikmati saja malam pertama yang gagal akibat sama-sama tidak berpengalaman.
4. Bergaya ala bintang porno. Saking penginnya tampil sensual (dan terlihat berpengalaman), Anda mengingat-ingat film porno yang pernah Anda tonton, lalu mempraktikkannya di depan suami. Anda pun membuka pakaian satu per satu bak seorang stripper, seperti dada Anda berdegup kencang. Sambil ngoceh panjang lebar untuk menutupi rasa panik, Anda lalu membuat gerakan-gerakan erotis sekaligus membelai suami di bagian mana pun yang menurut Anda sensitif.
Saran: Bila Anda memang belum berpengalaman, tak usah melakukan aksi berlebihan seperti ini. Tak usah bereksplorasi terlalu berani, misalnya dengan memakai pakaian atau atribut semacam pecut, borgol, stoking berikut garter belt-nya, atau apa pun yang sering Anda lihat di film. Bagaimanapun, tak semua pria memiliki fantasi semacam itu. Salah-salah, Anda dikira sudah sering beraksi seperti itu di hadapan pria lain. Lebih baik diskusikan sebelumnya dengan suami apa yang ingin Anda lakukan berdua saat itu. Seperti yang dilakukan Asti (28).
''Dulu sih kami mencari tahu apa yang dimaui pasangan, misalnya dengan nonton film porno bareng. Tapi, terkadang tidak semua yang kami lihat pasti dicoba. Kadang kalau gayanya terlalu ekstrem, malam jadi seperti sirkus,'' jelas ibu satu anak yang bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi ini. Ia juga mengaku ajakan untuk melakukan seks yang ekstrem lebih banyak dari suami.
Seperti apa malam pertama Anda? Adakah kejadian lucu yang Anda alami? Bagi cerita Anda di sini.
93,7 Persen Anak Indonesia Pernah Ciuman, Petting, dan Oral Sex
Banyak sekali orangtua sekarang terperangkap dalam ketidaktahuan dan tidak tahu harus berbuat apa menghadapi maraknya peredaran materi pornografi, baik dalam bentuk keping cakram, video games, maupun komik. Padahal, anak-anak makin rentan terpapar materi pornografi yang pada akhirnya bisa menimbulkan kecanduan seks dan merusak otak.
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman dalam seminar bertema "Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Intelegensia", Senin (2/3), di auditorium Departemen Kesehatan, Jakarta.
"Banyak orangtua tidak tahu harus berbuat apa ketika anaknya mogok sekolah, mulai kelas lima sekolah dasar sampai sekolah menengah atas karena main games tak henti-hentinya," kata Elly Risman. Hampir tiap hari ada saja berita tentang anak dan remaja berbuat mesum dan foto bugil yang ditayangkan, baik di televisi, maupun dinikmati rekan sebaya mereka.
Dalam Pertemuan Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati dengan 1.625 siswa kelas IV-VI sekolah dasar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tahun 2008 terungkap, 66 persen dari mereka telah menyaksikan materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 persen di antaranya lewat komik, 18 persen melalui games, 16 persen lewat situs porno, 14 persen melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah, dan koran.
Mereka umumnya menyaksikan materi pornografi itu karena iseng (27 persen), terbawa teman (10 persen), dan takut dibilang kuper (4 persen). Ternyata anak-anak itu melihat materi pornografi di rumah atau kamar pribadi (36 persen), rumah teman (12 persen), warung internet (18 persen), dan rental (3 persen). "Kalau kita jumlahkan, yang melihat di kamar pribadi dan di rumah teman, berarti satu dari dua anak melihatnya di rumah sendiri," ujarnya.
Adapun hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, sebanyak 97 persen dari responden pernah menonton film porno, sebanyak 93,7 persen pernah ciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 persen remaja yang duduk di bangku sekolah menengah pertama pernah berhubungan intim, dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.
Kondisi ini terjadi karena mereka sudah terpapar pada pornografi sejak belia. Hal itu dikatakan Elly. Dari pertemuan Yayasan Kita dan Buah Hati dengan puluhan ribu orangtua di 28 provinsi ketika seminar, pihaknya menemukan rata-rata hanya 10 persen dari para orangtua yang bisa menggunakan peralatan atau permainan canggih yang mereka belikan untuk anak-anak mereka.
Bahkan, belakangan ini banyak situs internet dengan nama yang tidak terkait dengan materi seks ternyata mengandung materi pornografi. Beberapa dari situs itu bahkan menggunakan nama tokoh kartun yang digemari anak-anak seperti Naruto, serta memakai istilah nama hewan seperti lalat atau nyamuk yang biasanya dibuka anak-anak itu ketika mengerjakan tugas sekolah.
Mereka umumnya tidak tahu dampak negatif video terhadap kerusakan otak anak. "Kita berada dalam kultur abai pada anak sendiri. Di sisi lain, kita semua belum menganggap bencana pornografi itu sama pentingnya dengan masalah flu burung, HIV/AIDS, narkoba, dan penyakit-penyakit menular lainnya," ujarnya.
Maka dari itu, ia mengajak agar para orangtua, baik ayah maupun ibu, lebih terlibat dalam pengasuhan anak-anak mereka sejak belia. Kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak pada usia dini, khususnya pada anak lelaki, mengakibatkan terputusnya jembatan komunikasi antara orangtua dan anak. Hal ini membuat banyak anak memilih mencari informasi dari luar rumah yang bisa jadi malah menjerumuskan mereka dalam dunia pornografi.
Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran materi pornografi, "Antara lain dengan membatasi atau memblokir situs-situs internet pornografi, menerapkan regulasi yang ketat terhadap video games, terutama yang mengandung materi tidak edukatif atau berbau pornografi," kata Elly (Kompas)
Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman dalam seminar bertema "Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Intelegensia", Senin (2/3), di auditorium Departemen Kesehatan, Jakarta.
"Banyak orangtua tidak tahu harus berbuat apa ketika anaknya mogok sekolah, mulai kelas lima sekolah dasar sampai sekolah menengah atas karena main games tak henti-hentinya," kata Elly Risman. Hampir tiap hari ada saja berita tentang anak dan remaja berbuat mesum dan foto bugil yang ditayangkan, baik di televisi, maupun dinikmati rekan sebaya mereka.
Dalam Pertemuan Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati dengan 1.625 siswa kelas IV-VI sekolah dasar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tahun 2008 terungkap, 66 persen dari mereka telah menyaksikan materi pornografi lewat berbagai media. Sebanyak 24 persen di antaranya lewat komik, 18 persen melalui games, 16 persen lewat situs porno, 14 persen melalui film, dan sisanya melalui VCD dan DVD, telepon seluler, majalah, dan koran.
Mereka umumnya menyaksikan materi pornografi itu karena iseng (27 persen), terbawa teman (10 persen), dan takut dibilang kuper (4 persen). Ternyata anak-anak itu melihat materi pornografi di rumah atau kamar pribadi (36 persen), rumah teman (12 persen), warung internet (18 persen), dan rental (3 persen). "Kalau kita jumlahkan, yang melihat di kamar pribadi dan di rumah teman, berarti satu dari dua anak melihatnya di rumah sendiri," ujarnya.
Adapun hasil survei yang dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, sebanyak 97 persen dari responden pernah menonton film porno, sebanyak 93,7 persen pernah ciuman, petting, dan oral sex, serta 62,7 persen remaja yang duduk di bangku sekolah menengah pertama pernah berhubungan intim, dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah menggugurkan kandungan.
Kondisi ini terjadi karena mereka sudah terpapar pada pornografi sejak belia. Hal itu dikatakan Elly. Dari pertemuan Yayasan Kita dan Buah Hati dengan puluhan ribu orangtua di 28 provinsi ketika seminar, pihaknya menemukan rata-rata hanya 10 persen dari para orangtua yang bisa menggunakan peralatan atau permainan canggih yang mereka belikan untuk anak-anak mereka.
Bahkan, belakangan ini banyak situs internet dengan nama yang tidak terkait dengan materi seks ternyata mengandung materi pornografi. Beberapa dari situs itu bahkan menggunakan nama tokoh kartun yang digemari anak-anak seperti Naruto, serta memakai istilah nama hewan seperti lalat atau nyamuk yang biasanya dibuka anak-anak itu ketika mengerjakan tugas sekolah.
Mereka umumnya tidak tahu dampak negatif video terhadap kerusakan otak anak. "Kita berada dalam kultur abai pada anak sendiri. Di sisi lain, kita semua belum menganggap bencana pornografi itu sama pentingnya dengan masalah flu burung, HIV/AIDS, narkoba, dan penyakit-penyakit menular lainnya," ujarnya.
Maka dari itu, ia mengajak agar para orangtua, baik ayah maupun ibu, lebih terlibat dalam pengasuhan anak-anak mereka sejak belia. Kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak pada usia dini, khususnya pada anak lelaki, mengakibatkan terputusnya jembatan komunikasi antara orangtua dan anak. Hal ini membuat banyak anak memilih mencari informasi dari luar rumah yang bisa jadi malah menjerumuskan mereka dalam dunia pornografi.
Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran materi pornografi, "Antara lain dengan membatasi atau memblokir situs-situs internet pornografi, menerapkan regulasi yang ketat terhadap video games, terutama yang mengandung materi tidak edukatif atau berbau pornografi," kata Elly (Kompas)
Mengapa "Foreplay" Penting Bagi Perempuan
Ketika menyangkut antara permulaan aksi bercinta, pria dan perempuan tak selalu sependapat. Umumnya, perempuan senang memulai acara bercinta dengan perlahan. Namun, acapkali pria memulai dengan bersemangat, tak lama kemudian, tibalah ia di puncak, sementara si perempuan belum tiba. Memang tak semua pria melakukan hal tersebut. Namun, tak sedikit juga perempuan yang mengeluhkan tindakan tersebut dari suaminya.
"Amat penting untuk perempuan merasakan foreplay yang sukses, karena perempuan butuh waktu yang lebih lama ketimbang pria untuk mencapai level rangsangan yang membawa mereka ke puncak orgasme," terang dr Ruth Westheimer, EdD, terapis psikoseksual, profesor di New York University.
Pria cukup berpikir mengenai seks dan muncullah ereksi. Namun, bagi kebanyakan perempuan, mengingini seks saja tidak cukup. Foreplay memerankan tujuan yang bersifat fisik dan emosional, membantu mempersiapkan pikiran dan tubuh untuk bersiap bercinta. Kebanyakan perempuan butuh kecupan, cumbu, peluk, ucapan menyenangkan dari pasangan, dan belaian untuk menghadirkan cairan lubrikan di area V yang dibutuhkan untuk kenyamanan hubungan seksual.
Pemanasan dan klitoris
Foreplay juga membantu klitoris mencapai puncak orgasme. "Karakteristik klitoris mirip dengan penis. Aliran darah memenuhi klitoris, dan untuk mendapatkan orgasme, harus ada lubrikasi di area V, namun klitorisnya harus juga dalam keadaan tegang," jelas Westheimer. Stimulasi adalah kunci untuk mendapatkan kenyamanan.
Namun, tak sebatas urusan biologis, perempuan butuh perasaan. Westheimer mengatakan, perempuan butuh jaminan perasaan bahwa pria yang bersamanya ini memang benar-benar ingin bersamanya. Waktu dan perhatian yang diberikan saat foreplay mengkomunikasikan pesan ini.
Tips foreplay dari dr Ruth:
* Periksakan
Jika Anda merasakan adanya ketidaknyamanan terus menerus di area V saat melakukan aktivitas seksual meski suami sudah berhati-hati, sebaiknya cek ke dokter. Penting untuk memastikan area V dalam keadan sehat untuk mencapai big O.
* Jangan malu
Kebanyakan pasangan merasa sungkan atau malu untuk meminta pasangannya menstimulasi daerah rangsangan yang disukai namun kadang dianggap tabu. Tubuh memiliki banyak ujung saraf yang bisa digunakan untuk menstimulasi aktivitas seksual. Jadi, jangan malu dan ajak suami untuk menstimulasi titik-titik tersebut.
* Teguhkan diri
Ada momen sesaat sebelum mencapai orgasme, perempuan menyerah dan berpikir bahwa tidak akan ada yang terjadi. Namun, ini adalah kesalahan yang umum terjadi, dan merupakan sabotase diri. Tetap berkonsentrasi pada stimulasi, jangan lupa bernapas, dan bersiaplah menuju big O.
"Amat penting untuk perempuan merasakan foreplay yang sukses, karena perempuan butuh waktu yang lebih lama ketimbang pria untuk mencapai level rangsangan yang membawa mereka ke puncak orgasme," terang dr Ruth Westheimer, EdD, terapis psikoseksual, profesor di New York University.
Pria cukup berpikir mengenai seks dan muncullah ereksi. Namun, bagi kebanyakan perempuan, mengingini seks saja tidak cukup. Foreplay memerankan tujuan yang bersifat fisik dan emosional, membantu mempersiapkan pikiran dan tubuh untuk bersiap bercinta. Kebanyakan perempuan butuh kecupan, cumbu, peluk, ucapan menyenangkan dari pasangan, dan belaian untuk menghadirkan cairan lubrikan di area V yang dibutuhkan untuk kenyamanan hubungan seksual.
Pemanasan dan klitoris
Foreplay juga membantu klitoris mencapai puncak orgasme. "Karakteristik klitoris mirip dengan penis. Aliran darah memenuhi klitoris, dan untuk mendapatkan orgasme, harus ada lubrikasi di area V, namun klitorisnya harus juga dalam keadaan tegang," jelas Westheimer. Stimulasi adalah kunci untuk mendapatkan kenyamanan.
Namun, tak sebatas urusan biologis, perempuan butuh perasaan. Westheimer mengatakan, perempuan butuh jaminan perasaan bahwa pria yang bersamanya ini memang benar-benar ingin bersamanya. Waktu dan perhatian yang diberikan saat foreplay mengkomunikasikan pesan ini.
Tips foreplay dari dr Ruth:
* Periksakan
Jika Anda merasakan adanya ketidaknyamanan terus menerus di area V saat melakukan aktivitas seksual meski suami sudah berhati-hati, sebaiknya cek ke dokter. Penting untuk memastikan area V dalam keadan sehat untuk mencapai big O.
* Jangan malu
Kebanyakan pasangan merasa sungkan atau malu untuk meminta pasangannya menstimulasi daerah rangsangan yang disukai namun kadang dianggap tabu. Tubuh memiliki banyak ujung saraf yang bisa digunakan untuk menstimulasi aktivitas seksual. Jadi, jangan malu dan ajak suami untuk menstimulasi titik-titik tersebut.
* Teguhkan diri
Ada momen sesaat sebelum mencapai orgasme, perempuan menyerah dan berpikir bahwa tidak akan ada yang terjadi. Namun, ini adalah kesalahan yang umum terjadi, dan merupakan sabotase diri. Tetap berkonsentrasi pada stimulasi, jangan lupa bernapas, dan bersiaplah menuju big O.
Seks Kurangi Risiko Sakit Jantung & Kepala
Sebuah penelitian menyebutkan, aktivitas seksual pada pria dan wanita, terbukti mampu menaikkan level testosteron. Pada wanita kenaikan testosteron semakin memudahkan mereka mengalami orgasme, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat mereka jadi semakin terlihat seksi.
Hormon testosteron merupakan hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan pemeliharaan karakteristik maskulin pada laki-laki. Meski begitu, kaum hawa pun memiliki hormon "laki-laki" ini meski jumlahnya tak banyak.
Selanjutnya penelitian pun membuktikan, tingkat hormon testosteron meninggi secara signifikan setelah seseorangbaik wanita maupun priaberpelukan, bermesraan ataupun bersanggama. Jadi pada riset ini, para responden diminta mengisi kuesioner setelah yang bersangkutan melakukan aktivitas seks; termasuk soal orgasme, tingkat hasrat seksual, dan perasaan yang mereka rasakan setelah bersanggama.
Studi mencatat tingkat testosteron pada responden sebelum dan sesudah berpelukan dan berhubungan seksual berbeda secara signifikan. Levelnya semakin naik. Semakin tinggi tingkat testosteron, orgasme pada wanita akan semakin baik, dan perasaan seksi semakin meningkat pada hari berikutnya.
Wanita juga umumnya merasa lebih seksi karena seks rutin membuat tubuhnya kencang dan bugar. Jangan lupa bahwa aktivitas seksual pada dasarnya hampir sama dengan olahraga. Energi yang dibuang bisa sebanyak 200 kalori/jam. Setara dengan berlari selama 15 menit atau berenang sebanyak 10 menit. Denyut nadi bisa mencapai 70-150 per menit yang berarti masuk pada zona target latihan yang disarankan agar tujuan berolahraga tercapai maksimal.
Kontraksi otot saat berhubungan intim juga bisa melatih bagian tulang pinggul, paha, bokong, lengan, leher dan dada. Seks juga meningkatkan produksi testosteron untuk menguatkan tulang dan otot. Sebuah majalah tentang perkawinan pernah memberi julukan ranjang sebagai alat fitness yang hebat dan murah.
Usir sakit kepala
Disamping menjaga kebugaran lewat asupan makanan, seks yang teratur ternyata dapat membuat tubuh menjadi lebih fit. Badan pun menjadi bugar dan muka tampak berseri-seri. Yang dimaksud seks teratur adalah hubungan intim yang dijalankan secara rutin, seperti setiap 3 hari sekali atau seminggu sekali yang dilakukan tanpa paksaan alias suami dan istri memang sama-sama menginginkannya.
Para peneliti di Universitas Queen di Belfast, Irlandia juga yakin seks tak sekadar pemuas kebutuhan, tapi juga salah satu usaha untuk tetap hidup sehat. Beberapa keuntungan sehat yang didapat dari bercinta secara rutin, setidaknya sekali seminggu, mengurangi risiko terkena serangan jantung dan menjadi langsing.
Seks rutin juga mengurangi depresi dan rasa sakit di kepala. Ini karena umumnya sebelum orgasme, hormon oksitoksin akan meningkat 5 kali lebih tinggi dari biasanya. Hal ini membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit di kepala. Seseorang yang melakukan seks sekali atau dua kali dalam seminggu akan meningkatkan antibodi yang biasa disebut imunoglobulin A hingga 30%. Antibodi ini akan memperkuat sistem imun tubuh Anda.
Lantaran itu, jika suami/istri mulai bersikap dingin pada kegiatan seksual, lebih baik segera dicari penyebabnya. Bagi wanita, dingin terhadap seks bisa disebabkan berbagai hal, di antaranya:
* Rasa marah sering menyebabkan istri tak ingin bersentuhan dengan suaminya. Hal ini dilakukan semata untuk memperingatkan suami bahwa ia sedang marah padanya. Taktik untuk menghadapinya, cobalah cari tahu apa yang membuatnya marah. Ajaklah istri bicara dalam suasana relaks. Jika permasalahannya sudah mencair, istri tak akan keberatan kok bila diajak bercinta kembali. Malah, kalau suami bisa mengambil hati, istri bisa lebih "hot" dari biasanya.
* Kelelahan . Perannya sebagai ibuapalagi yang juga sekaligus bekerjakerap membuat istri menjadi cepat lelah. Ada baiknya suami menawarkan bantuan untuk meringankan pekerjaan rumah. Biarkan istri beristirahat tanpa perlu melakukan pekerjaan rumah. Hal ini bisa membuatnya merasa dicintai dan dihargai. Sebagai imbalannya, istri pasti akan melakukan apa pun untuk suami. Termasuk ajakan bercinta.
* Merasa tak seksi . Tubuh bisa jadi hal yang paling sensitif bagi wanita. Lantaran itu, perasaan tak seksi kerap menjadi pengganjal hubungan intim. Ups , jangan-jangan Anda pernah nyeletuk tentang perubahan tubuhnya. Tampaknya sederhana, tapi bisa sangat sensitif lo! Berikan dorongan untuknya. Inilah waktunya bagi Anda menunjukkan perhatian. Beritahukan pada pasangan bahwa dengan tubuh seperti itu ia sudah cukup menarik. Lebih baik lagi Anda menggugahnya untuk sama-sama berolahraga.
Nah, bagi pria, ketidakpedulian terhadap seks dapat disebabkan:
* Banyak pikiran . Suami yang sedang banyak beban pikiran karena pekerjaan atau tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga sering menolak untuk berhubungan intim. Bukan karena ia tak peduli pada istri, tapi gairahnya menjadi hilang karena begitu banyak yang bertumpuk di kepalanya.
* Jenuh . Salah satu alasan mengapa pria surut keinginan bercintanya karena ia mulai bosan pada aktivitas seks yang begitu-begitu saja. Pria senang dengan tantangan baru. Bila tak ada pembaharuan dalam aktivitas seks, ia menganggap seks tak ubah hanya sebagai kegiatan intim yang membosankan. Sayangnya, mereka kerap kali enggan atau gengsi mengutarakannya pada istri karena takut ide-idenya ditolak. Istri dapat memberi solusi dengan berinisiatif menggunakan tempat atau posisi seks yang berbeda. Bulan madu kedua bisa jadi pilihan yang tepat. Melakukan foreplay yang variatif juga bisa menjadi pilihan.
Hormon testosteron merupakan hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan pemeliharaan karakteristik maskulin pada laki-laki. Meski begitu, kaum hawa pun memiliki hormon "laki-laki" ini meski jumlahnya tak banyak.
Selanjutnya penelitian pun membuktikan, tingkat hormon testosteron meninggi secara signifikan setelah seseorangbaik wanita maupun priaberpelukan, bermesraan ataupun bersanggama. Jadi pada riset ini, para responden diminta mengisi kuesioner setelah yang bersangkutan melakukan aktivitas seks; termasuk soal orgasme, tingkat hasrat seksual, dan perasaan yang mereka rasakan setelah bersanggama.
Studi mencatat tingkat testosteron pada responden sebelum dan sesudah berpelukan dan berhubungan seksual berbeda secara signifikan. Levelnya semakin naik. Semakin tinggi tingkat testosteron, orgasme pada wanita akan semakin baik, dan perasaan seksi semakin meningkat pada hari berikutnya.
Wanita juga umumnya merasa lebih seksi karena seks rutin membuat tubuhnya kencang dan bugar. Jangan lupa bahwa aktivitas seksual pada dasarnya hampir sama dengan olahraga. Energi yang dibuang bisa sebanyak 200 kalori/jam. Setara dengan berlari selama 15 menit atau berenang sebanyak 10 menit. Denyut nadi bisa mencapai 70-150 per menit yang berarti masuk pada zona target latihan yang disarankan agar tujuan berolahraga tercapai maksimal.
Kontraksi otot saat berhubungan intim juga bisa melatih bagian tulang pinggul, paha, bokong, lengan, leher dan dada. Seks juga meningkatkan produksi testosteron untuk menguatkan tulang dan otot. Sebuah majalah tentang perkawinan pernah memberi julukan ranjang sebagai alat fitness yang hebat dan murah.
Usir sakit kepala
Disamping menjaga kebugaran lewat asupan makanan, seks yang teratur ternyata dapat membuat tubuh menjadi lebih fit. Badan pun menjadi bugar dan muka tampak berseri-seri. Yang dimaksud seks teratur adalah hubungan intim yang dijalankan secara rutin, seperti setiap 3 hari sekali atau seminggu sekali yang dilakukan tanpa paksaan alias suami dan istri memang sama-sama menginginkannya.
Para peneliti di Universitas Queen di Belfast, Irlandia juga yakin seks tak sekadar pemuas kebutuhan, tapi juga salah satu usaha untuk tetap hidup sehat. Beberapa keuntungan sehat yang didapat dari bercinta secara rutin, setidaknya sekali seminggu, mengurangi risiko terkena serangan jantung dan menjadi langsing.
Seks rutin juga mengurangi depresi dan rasa sakit di kepala. Ini karena umumnya sebelum orgasme, hormon oksitoksin akan meningkat 5 kali lebih tinggi dari biasanya. Hal ini membuat tubuh melepaskan hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit di kepala. Seseorang yang melakukan seks sekali atau dua kali dalam seminggu akan meningkatkan antibodi yang biasa disebut imunoglobulin A hingga 30%. Antibodi ini akan memperkuat sistem imun tubuh Anda.
Lantaran itu, jika suami/istri mulai bersikap dingin pada kegiatan seksual, lebih baik segera dicari penyebabnya. Bagi wanita, dingin terhadap seks bisa disebabkan berbagai hal, di antaranya:
* Rasa marah sering menyebabkan istri tak ingin bersentuhan dengan suaminya. Hal ini dilakukan semata untuk memperingatkan suami bahwa ia sedang marah padanya. Taktik untuk menghadapinya, cobalah cari tahu apa yang membuatnya marah. Ajaklah istri bicara dalam suasana relaks. Jika permasalahannya sudah mencair, istri tak akan keberatan kok bila diajak bercinta kembali. Malah, kalau suami bisa mengambil hati, istri bisa lebih "hot" dari biasanya.
* Kelelahan . Perannya sebagai ibuapalagi yang juga sekaligus bekerjakerap membuat istri menjadi cepat lelah. Ada baiknya suami menawarkan bantuan untuk meringankan pekerjaan rumah. Biarkan istri beristirahat tanpa perlu melakukan pekerjaan rumah. Hal ini bisa membuatnya merasa dicintai dan dihargai. Sebagai imbalannya, istri pasti akan melakukan apa pun untuk suami. Termasuk ajakan bercinta.
* Merasa tak seksi . Tubuh bisa jadi hal yang paling sensitif bagi wanita. Lantaran itu, perasaan tak seksi kerap menjadi pengganjal hubungan intim. Ups , jangan-jangan Anda pernah nyeletuk tentang perubahan tubuhnya. Tampaknya sederhana, tapi bisa sangat sensitif lo! Berikan dorongan untuknya. Inilah waktunya bagi Anda menunjukkan perhatian. Beritahukan pada pasangan bahwa dengan tubuh seperti itu ia sudah cukup menarik. Lebih baik lagi Anda menggugahnya untuk sama-sama berolahraga.
Nah, bagi pria, ketidakpedulian terhadap seks dapat disebabkan:
* Banyak pikiran . Suami yang sedang banyak beban pikiran karena pekerjaan atau tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga sering menolak untuk berhubungan intim. Bukan karena ia tak peduli pada istri, tapi gairahnya menjadi hilang karena begitu banyak yang bertumpuk di kepalanya.
* Jenuh . Salah satu alasan mengapa pria surut keinginan bercintanya karena ia mulai bosan pada aktivitas seks yang begitu-begitu saja. Pria senang dengan tantangan baru. Bila tak ada pembaharuan dalam aktivitas seks, ia menganggap seks tak ubah hanya sebagai kegiatan intim yang membosankan. Sayangnya, mereka kerap kali enggan atau gengsi mengutarakannya pada istri karena takut ide-idenya ditolak. Istri dapat memberi solusi dengan berinisiatif menggunakan tempat atau posisi seks yang berbeda. Bulan madu kedua bisa jadi pilihan yang tepat. Melakukan foreplay yang variatif juga bisa menjadi pilihan.
Mitos Seks, Kok, Dianggap Benar
Hubungan seks dengan anak muda bikin awet muda? Sering berhubungan seks bikin awet muda? Menelan dan mengoleskan sperma ke wajah bikin awet muda? Itu semua cuma mitos yang membuat banyak orang tersesat, meski tetap diyakini dan disebarluaskan.
"Saya seorang volunteer di salah satu LSM yang bergerak dalam bidang kesehatan reproduksi. Dalam memberikan penyuluhan, saya dan teman-teman sering mendapat pertanyaan yang sulit dijawab. Mohon penjelasan mengenai pertanyaan berikut ini:
Benarkah sering berhubungan seks membuat umur panjang? Konon di internet ada banyak penjelasan seperti itu. Kalau benar, apa alasannya dan apakah benar kalau kita menyarankan orang sering berhubungan seks supaya panjang umur?
Apakah benar berhubungan seks dengan orang muda membuat awet muda? Banyak orang menerapkannya. Juga informasi mengenai sperma bisa membuat wanita awet muda kalau dioleskan di wajah atau ditelan. Bagaimana penjelasan yang benar?
R.T., Jakarta
Kurang tepat
Memang ada banyak informasi tentang seks yang beredar luas di masyarakat, meski belum tentu benar. Informasi yang dimuat di media massa juga tidak semuanya benar. Dapat dibayangkan kalau informasi salah itu diteruskan kepada orang lain.
Di antara informasi salah itu, banyak yang sudah menjadi mitos. Ketiga informasi yang Anda terima seabagi pertanyaan itu adalah mitos. Artinya, informasi itu salah, tetapi karena sudah beredar lama, akhirnya dianggap benar oleh banyak orang.
Sebagian mitos seks seakan benar karena disebarluaskan di internet. Padahal, informasi itu bukan berdasarkan sumber yang benar secara ilmiah.
Informasi bahwa sering berhubungan seks bisa membuat umur panjang memang banyak dimuat di internet. Banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan umur panjang. Salah satunya ialah keadaan kesehatan fisik dan psikis yang baik, sehingga mereka umur panjang dan lebih sering melakukan hubungan seks. Kurang tepat kalau Anda menganjurkan hubungan seksual lebih sering agar berumur panjang.
Membuat tersesat
Informasi mengenai hubungan seksual dengan orang muda membuat awet muda pun sering ditanyakan. Tak ada data ilmiah yang mendukung informasi ini. Lebih awet muda atau tidak, sangat berkaitan dengan pola hidup sehat atau tidak, ada tidaknya penyakit, berat ringannya stres, dan upaya pengobatan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Demikian juga informasi mengenai sperma yang bisa membuat wanita awet muda. Sulit dimengerti kalau masih ada warga masyarakat yang meyakini dan menerapkannya.
Umumnya informasi itu diperkuat dengan penjelasan bahwa di dalam sperma banyak bahan bermanfaat. Penjelasan seperti ini kita dapatkan juga dari informasi mengenai terapi urin. Padahal, bukti ilmiah tidak mendukung kebenaran informasi itu.
Saya senang kalau Anda sebagai sukarelawan mengajukan pertanyaan untuk memastikan kebenarannya. Kalau tidak, akan semakin banyak orang tersesat. Kalau percaya hubungan seks dengan orang awet muda, orang akan mencari remaja untuk berhubungan seks.
"Saya seorang volunteer di salah satu LSM yang bergerak dalam bidang kesehatan reproduksi. Dalam memberikan penyuluhan, saya dan teman-teman sering mendapat pertanyaan yang sulit dijawab. Mohon penjelasan mengenai pertanyaan berikut ini:
Benarkah sering berhubungan seks membuat umur panjang? Konon di internet ada banyak penjelasan seperti itu. Kalau benar, apa alasannya dan apakah benar kalau kita menyarankan orang sering berhubungan seks supaya panjang umur?
Apakah benar berhubungan seks dengan orang muda membuat awet muda? Banyak orang menerapkannya. Juga informasi mengenai sperma bisa membuat wanita awet muda kalau dioleskan di wajah atau ditelan. Bagaimana penjelasan yang benar?
R.T., Jakarta
Kurang tepat
Memang ada banyak informasi tentang seks yang beredar luas di masyarakat, meski belum tentu benar. Informasi yang dimuat di media massa juga tidak semuanya benar. Dapat dibayangkan kalau informasi salah itu diteruskan kepada orang lain.
Di antara informasi salah itu, banyak yang sudah menjadi mitos. Ketiga informasi yang Anda terima seabagi pertanyaan itu adalah mitos. Artinya, informasi itu salah, tetapi karena sudah beredar lama, akhirnya dianggap benar oleh banyak orang.
Sebagian mitos seks seakan benar karena disebarluaskan di internet. Padahal, informasi itu bukan berdasarkan sumber yang benar secara ilmiah.
Informasi bahwa sering berhubungan seks bisa membuat umur panjang memang banyak dimuat di internet. Banyak pertanyaan yang muncul berkaitan dengan umur panjang. Salah satunya ialah keadaan kesehatan fisik dan psikis yang baik, sehingga mereka umur panjang dan lebih sering melakukan hubungan seks. Kurang tepat kalau Anda menganjurkan hubungan seksual lebih sering agar berumur panjang.
Membuat tersesat
Informasi mengenai hubungan seksual dengan orang muda membuat awet muda pun sering ditanyakan. Tak ada data ilmiah yang mendukung informasi ini. Lebih awet muda atau tidak, sangat berkaitan dengan pola hidup sehat atau tidak, ada tidaknya penyakit, berat ringannya stres, dan upaya pengobatan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Demikian juga informasi mengenai sperma yang bisa membuat wanita awet muda. Sulit dimengerti kalau masih ada warga masyarakat yang meyakini dan menerapkannya.
Umumnya informasi itu diperkuat dengan penjelasan bahwa di dalam sperma banyak bahan bermanfaat. Penjelasan seperti ini kita dapatkan juga dari informasi mengenai terapi urin. Padahal, bukti ilmiah tidak mendukung kebenaran informasi itu.
Saya senang kalau Anda sebagai sukarelawan mengajukan pertanyaan untuk memastikan kebenarannya. Kalau tidak, akan semakin banyak orang tersesat. Kalau percaya hubungan seks dengan orang awet muda, orang akan mencari remaja untuk berhubungan seks.
Memangnya Ada Berapa Selaput Dara?
TAK hanya tubuh yang bisa dilihat bentuknya. Ternyata, selaput dara pun punya bentuk dengan derajat kelembutan dan fleksibilitas yang berbeda-beda. Semuanya bersifat individual seperti yang ditunjukkan dalam penelitian Frank H Netter, MD, dokter yang pernah menulis buku berjudul The Human Sexuality.
Menurut Frank, ada beberapa macam bentuk selaput dara:
1. Annular hymen, selaput melingkari lubang vagina
2. Septate hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
3. Cibriform hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang terbuka, tetapi lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.
4. Introitus. Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seks. Bisa saja lubang selaputnya membesar, tetapi masih menyisakan jaringan selaput dara.
Menurut Frank, ada beberapa macam bentuk selaput dara:
1. Annular hymen, selaput melingkari lubang vagina
2. Septate hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
3. Cibriform hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang terbuka, tetapi lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.
4. Introitus. Pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam berhubungan seks. Bisa saja lubang selaputnya membesar, tetapi masih menyisakan jaringan selaput dara.
Lima Pedoman Penting Saat Foreplay
AKTIVITAS seksual sebelum berhubungan badan yang disebut foreplay oleh sebagian besar ahli dalam bidang seks dikatakan tidak tepat karena tidak berarti apa-apa selain “pemanasan”. Tentu pemanasan hubungan seks.
Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu ereksi dan cenderung membawa kita berpikiran bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.
Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD dalam bukunya yang berjudul “Secrets of Better Sex”.
Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.
Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks.
Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.
Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya
2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.
3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).
4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubunga seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.
5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.
Kata foreplay memberi tekanan besar pada pria untuk memiliki penis yang mampu ereksi dan cenderung membawa kita berpikiran bahwa seks hanyalah sekedar hubungan badan.
Demikian pendapat yang disampaikan Joel D. Block, PhD dalam bukunya yang berjudul “Secrets of Better Sex”.
Menurut Joel, istilah yang tepat untuk itu adalah “Loveplay”. Biasanya periode yang disebut ‘foreplay’ ini dianggap sebagai langkah yang harus dilakukan oleh seorang pria terhadap pasangan wanitanya supaya siap berhubungan seks karena pria dianggap selalu siap.
Kenyataannya, pria, terutama yang sudah lanjut usia sangat membutuhkan dan menginginkan loveplay sebelum atau selama hubungan seks.
Sebagai sebuah persiapan menuju hubungan badan yang sesungguhnya, foreplay akan lebih mampu meningkatkan gairah seksual bila dijalankan dengan benar.
Berikut ini lima petunjuk untuk Foreplay menurut Joel. D.Block:
1. Ingatlah bahwa seks dimulai di otak. Mulailah berpikir tentang saat-saat berhubungan seksual dan ceritakan pikiran Anda secara singkat, lebih bagus lewat sebuah gambar kepada pasangan Anda jika dapat. Bisa juga dengan symbol lain, misalnya mengirimkan setangkai bunga mawar ke kantornya
2. Perhatikan detail romantik. Siapkan suasana yang sedikit romantis. Pastikan ruangan cukup hangat, pencahayaan yang tepat, bau ruangan yang harum, pakaian dalam yang merangsang, dan sebagainya.
3. Perlahan-lahan. Mulailah dengan mencium (jangan langsung pada organ seks).
4. Berikan orgasme. Banyak wanita tidak mengalami orgasme saat berhubunga seksual. Sebagian wanita yang mengalami orgasme beberapa kali jauh lebih mungkin mendapatkan orgasme yang kedua atau ketiga selama berhubungan seksual jika mereka pernah mengalaminya.
5. Perhatikan zona erotik lain. Ada banyak zona erotik, misalnya putting, skrotum (pada pria) atau tempat-tempat lain seperti telinga, leher, dan sebagainya.
Subscribe to:
Posts (Atom)





































RSS Feed
Twitter
Facebook